Cara Membuat Lampion dari Benang Wol

Tidak hanya sekedar melatih kerajinan tangan semata, cara membuat lampion dari benang wol sebenarnya bisa menjadi salah satu peluang usaha yang memiliki harga tinggi.

Satu buah lampion bisa dijual hingga 50 hingga ratusan ribu rupiah. Sebuah keuntungan yang lumayan besar jika kamu bisa menerapkan  proses pembuatan lampion dari benang wol dengan baik dan benar.

Lampion mulai terkenal di Indonesia semenjak era reformasi. Dulu di masa orde baru masyarakat Indonesia yang berasal dari etnis Tionghoa hanya bisa merayakan hari raya secara tertutup. Namun kini bisa merayakannya secara umum dan terbuka.

Sejarah tersebut adalah hasil keputusan dari presiden RI keempat, Bapak K.H. Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil dengan sebutan Gus Dur ini sekaligus meresmikan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional.

Asal Usul Lampion

Cara Membuat Lampion dari Benang Wol

ummi-online.com

Sekitar 2000 tahun yang lalu, tepatnya di jaman Dinasti Han, lampion memang identik dengan peristiwa bahagian atau perayaan hari-hari besar. Usut punya usut, ternyata penemuan lampion ini nyaris berbarengan dengan cara pembuatan kertas.

Sebagaimana kita tahu bahwa kertas merupakan bahan utama dari membuat lampion, akan tetapi bisa juga berasal dari bahan lain semisal kulit hewan maupun kain.

Dahulu lampion dibentuk dari kerangka bambu. Seiring berjalannya waktu, cara membuat lampion sudah mengalami inovasi bentuk bahkan dari segala macam benda. Seperti dalam artikel yang satu ini, kita akan membuat lampion dari benang wol. Lantas apa saja yang harus dipersiapkan?

  • Balon karet
  • Lem kayu
  • Kuas
  • Gunting
  • Bola lampu
  • Benang wol, bisa warna-warni

Cara Membuat Lampion

Cara Membuat Lampion Benang Wol

Jika semua perlengkapan dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan lampion benang sudah tersedia, mari kita lakukan proses pembuatannya. Dalam hal ini memang dibutuhkan keuletan dan ketekunan agar hasilnya menjadi baik. Di bawah ini langkah atau cara membuat lampion dari benang wol:

  1. Mula-mula balon ditiup atau diisi angin sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Pastikan ukurannya sedang, jika terlalu besar maka akan membutuhkan bahan serta banyak waktu.
  2. Tuangkan lem kayu ke dalam wadah, kemudian aduk bersama dengan sedikit air supaya lem tidak terlalu kental. Usahakan jangan terlalu banyak air atau encer, karena daya rekatnya akan berkurang dan durasi keringnya menjadi lebih lama.
  3. Sesudah lem dicampur rata bersama air, kemudian manfaatkan kuas dalam melapisi semua permukaan lem tadi. Sehingga benang wol bisa merekat pada permukaan balon.
  4. Jika semua permukaan balon telah diolesi lem, lalu lilitkan benang ke permukaan balon secara acak.
  5. Jika lilitan benang telah rata dan lumayan tebal, kemudian olesi kembali semua permukaan balon menggunakan lem. Lemudian lilit lagi benang wol ke permukaan balon.
  6. Langkah tersebut dilakukan secara berulang-ulang sesuai dengan ketebalan balon yang diperlukan. Semakin tebal lilitan benang wol pada permukaan balon, maka semakin redup pula cahaya yang akan dihasilkan.
  7. Jika sudah selesai melilit, lalu lapisi lagi smua permukaan benang dengan lem.
  8. Tunggu beberapa menit hingga lem mengering. Selama proses pengeringan berlangsung, pastikan lem balon di gantung dan terhindar dari panas matahari langsung sehingga balon tidak akan meledak.
  9. Jika lem sudah benar-benar kering, potonglah sisi bawah balon agar bisa membuat lubang lampion yang dapat dipasangi lampu. Kemudian pasanglah bola lampu dengan lampion.
  10. Biar lebih keren, kamu bisa menghias lampu lampion dengan kain flanel atau beragam karakter lucu yang ada di rumahmu.

Proses Pengeringan Lampion dari Benang Wol
Sekian cara membuat lampion dari benang wol. Bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan bukan? Menggunakan bahan sederhana bukan berarti kami tidak bisa membuat karya seni bernilai tinggi.

Semoga artikel ini dapat memperkaya ide dan kreatifitas kamu dalam cara membuat lampion dengan beragam bentuk unik sekaligus menarik untuk dipandang.

Related Posts

About The Author

Add Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.