Pengalaman Pertama Kali berkunjung ke Candi Borobudur

Pengalaman berkunjung ke Candi Borobudur Assalamualaikum, halo kawan. Bagaimana kabar kalian? Semoga semangat dan sehat selalu.

Kawan, apakah kalian tau candi Borobudur? Sudah pernah berkunjung kesana? Bagaimana kesan kalian setelah mengunjunginya? Saya yakin pastinya keren karena candi Borobudur ini  merupakan salah satu peninggalan sejarah dan budaya Indonesia yang sudah diakui dunia.

Bangunan ini merupakan candi budha terbesar di dunia dan ditetapkan sebagai salah satu warisan budaya dunia oleh UNESCO.

Kali ini saya akan menulis kisah tentang kunjungan pertama kali saya ke candi Borobudur. Kunjungan tersebut saya lakukan bersama teman-teman saya sekitar bulan agustus 2010.

Sebenarnya awal pertama kali datang ke Jogja di pertengahan tahun 2009 saya sudah mempunyai rencana untuk segera berkunjung ke bangunan tersebut, namun karena masih baru dan belum ada kesempatan jadi tertunda lumayan lama.

Awalnya banyak teman yang konfirmasi mau ikut, namun di hari H keberangkatan beberapa orang batal karena ada kesibukan masing-masing. Teman-teman saya yang jadi ikut waktu itu antara lain Faiz, Fatah, Ali, Eka, Reni, Khoya dan Nufus.

Rencana sudah kami persiapkan dengan matang, jam berapa dan dimana kami berkumpul sebelum berangkat serta berapa motor yang akan kami pakai.

Kami memutuskan untuk berkumpul dulu di kontrakan saya dan berangkat pukul 8 pagi. Kami memakai 4 motor, 1 motor berdua karena kalau 1 motor bertiga atau berempat bisa ditilang polisi (ya iyalah).

Perjalananpun dimulai, saya berboncengan dengan Faiz, Fatah dengan Khoya, Ali dengan Nufus, dan Eka dengan Reni.

Kami membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai ke lokasi candi Borobudur. Sesampainya disana kami beristirahat sebentar sambil membeli minuman untuk melepas lelah dan dahaga karena perjalanan lumayan jauh. Setelah itu kami segera pergi ko loket untuk membeli tiket masuk seharga 17.500/orang (kalau ndak salah inget).

DIGITAL CAMERAPemandangan sebuah bangunan yang sangat megah dan indah pun terpampang didepan mata kami. Bangunan ini memiliki nilai seni yang sangat tinggi serta sarat akan nilai filosofis. Kamipun mulai berjalan mengitari candi lalu mulai naik menuju tingkat paling atas sambil mengabadikan setiap momen yang kami lewati.

DIGITAL CAMERA

Ada satu hal yang sedikit menurunkan semangat kami naik ke puncak candi, yaitu cuaca yang sangat panas. Ya mau bagaimana lagi itu resiko yang harus kami terima kalau berkunjung ke candi Borobudur di siang hari dan yang merasakannya bukan hanya kami, semua pengunjung sepertinya merasakan hal yang sama. Namun karena rasa penasaran bagaimana suasana dan keindahan puncak candi, akhirnya kami berjuang untuk tetap melanjutkan perjalanan menaiki anak tangga.

Sesampainya di atas, kami dibuat terkagum-kagum oleh pemandangan di puncak candi Borobudur yang sangat bagus. Dari puncak kita bisa melihat seluruh daerah sekitar candi Borobudur yang berwarna hijau.

Di atas puncak sudah banyak wisatawan yang datang sebelum kami, ada wisatawan lokal maupun asing. Tidak lah heran, karena candi Borobudur memang merupakan salah satu tempat wisata yang populer tidak hanya di dalam negeri bahkan dunia.

Kamipun tidak mau kehilangan momen dan segera berkeliling sambil berfoto-foto ria. Salah satu tempat yang menjadi background foto kami adalah stupa yang didalamnya terdapat sebuah arca.

Menurut mitosnya, kalau kita dapat menyentuh bagian tertentu dari arca tersebut sambil mendoakan permohonan, maka keinginan kita akan terkabul. Kami tidak percaya dengan mitos tersebut, namun kami penasaran untuk mencobanya. Kami mencoba menyentuh bagian tertentu dari arca tersebut, ternyata tidak ada yang sanggup melakukannya karena tangan kami kurang panjang (?).

DIGITAL CAMERASetelah puas mengambil gambar dan menikmati keindahan puncak candi Borobudur, kami memutuskan untuk turun. Sesampainya dibawah kami beristirahat melepas lelah di bawah pohon rindang yang terletak di sekitar candi Borobudur.

PICT0260Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju Museum Samudra Raksa, yang terletak hanya beberapa ratus meter di sebelah utara candi Borobudur. Di museum tersebut kita bisa melihat kapal Samudraraksa yang dipajang. Kapal Samudraraksa adalah kapal yang terinspirasi dari sebuah relief di dinding candi Borobudur. Setelah puas melihat-lihat koleksi di museum dan membeli beberapa suvenir kami segera pergi ke masjid untuk menunaikan solat zuhur.

Lelah dan panas yang kami rasakan seolah menghilang ketika kami mengambil air wudlu dan menunaikan solat. Rasa penasaran akan kehebatan dan kemegahan candi Borobudur pun terbayarkan.

Alhamdulillah perjalanan kami sangat menyenangkan dan saya berharap semoga kekayaan sejarah dan budaya Indonesia tetap terjaga sampai kapanpun.

Leave a Comment