Mengetahui Tingkah Laku Hewan Ternak pada Saat Handling atau Penanganan

Posted on

Mengetahui Tingkah Laku Hewan Ternak Pengetahuan dan pemahaman terhadap tingkah laku hewan ternak itu sangat penting untuk mengetahui cara handling yang benar, mengurangi tingkat stress, meningkatkan keamanan baik manusia maupun hewannya dan meningkatkan kesejahteraan hewan.

Hewan ternak yang excited atau agitated dapat membahayakan bahkan mencederai handler (drh) dan ternaknya. Ketika stress dapat dihindari, maka produktivitas hewan ternak akan meningkat.

Visi dan Gerakan Hewan Ternak

mengetahui tingkah laku hewan ternak
www.usahaternak.com

Hewan ternak mempunyai visi (sudut pandang) yang sangat luas. Sapi memiliki sudut pandang hingga >300 derajat, sedangkan biri-biri sekitar 191-306 derajat tergantung jumlah wool di kepala.

Perlunya membuat dinding isolasi yang solid untuk mencegah hewan ternak melihat gangguan yang berada di luar kandang terutama untuk hewan ternak yang masih liar.

Sehingga pembatasan sudut pandang hewan ternak akan menurunkan level stress, selain itu juga akan mencegah upaya untuk melarikan diri.

Sapi memiliki pengelihatan ke bawah yang buruk (ekstensif blind area). Ketika akan melihat ke bawah, sapi akan berhenti dahulu, lalu menurunkan kepalanya.

Bila ada benda yang dianggap aneh atau menakutkan, seperti pipa, bayang- bayang, tekstur lantai yang berbeda, genangan air atau benda lain, biasanya sapi, domba dan kuda sering berhenti atau tidak mau melewati jalan tersebut.

Sapi dan domba tidak menyukai sinar tajam yang menyilaukan dan cenderung berjalan dari ruang yang remang-remang (suram) ke ruang yang lebih terang.

Kapasitas sinar yang diinginkan sekitar 5-80 lux dan sinar tidak mengenai mata secara langsung. Hewan ternak (sapi, domba, kambing) mempunyai persepsi warna dan memiliki retina tipe dichromat (retina yang sensitif warna) paling sensitif terhadap warna kuning-hijau dan blue-purple, sensitif terhadap gerakan yang tiba-tiba serta tidak suka warna yang kontras.

Hewan ternak yang dipelihara dengan sistem grazing animals mempunyai sistem visual yang dapat melihat objek jauh dengan baik, sedangkan jika objek dekat maka penglihatannya buruk.

Hewan ternak mempunyai sistem visual, pupil mata yang bisa displit sehingga efisien saat melihat jarak jauh dan tidak mau masuk ke ruang atau kandang yang gelap.

Pengaruh Terhadap Suara

handling ternak
www.aqiqahberkah.com

Sapi dan domba lebih sensitif terhadap suara (frekuensi tinggi) dibanding manusia. Sapi memiliki sensitivitas auditori 8000 hz dan domba 7000 hz.

Suara-suara yang tidak diinginkan dan asing dapat menimbulkan stress karena terjadi peningkatan hormon thyroid dan cortisol.

Hewan tersebut akan beradaptasi jika suara tersebut terdengar secara kontinus tetapi tidak bising (reasonable) seperti suara musik, instrumen, white noise, suara miscellaneous dll.

Sapi yang mempunyai tempramen tinggi (flightly temperament) akan cenderung meloncat bila ada gerakan tiba-tiba atau suara teriakan (nada tinggi yang intermittent).

Contoh pada stand pelelangan (auction ring) dan jelling atau whistling akan meningkatkan detak jantung (palpitasi).

Hindari visual dan auditory stimuli (sudden intermittent sound dan sudden jerky movement) yang membuat hewan ternak takut.

Kuda, zebra dan sapi dapat mengarahkan telinganya kepada sesuatu yang dia curigai karena mempunyai ear radar yaitu daun telinga yang dapat digerakkan ke arah yang berbeda.

Ternak yang jinak dapat menunjuk adanya halangan (distraction) dengan menggerakkan mata dan daun telinganya ke arah halangan tersebut.

Zona Nyaman (Flight Zone)

penanganan hewan ternak
pixabay.com

Konsep penting pada penanganan ternak disebut sebagai personal space. Bila handler masuk ke dalam zona nyaman, maka ternak akan bergerak menjauh.

Luas zona nyaman berbeda tergantung pada tingkat kejinakan (tameness) dan keliaran (wildness) hewan ternak. Pemahaman terhadap zona nyaman dapat mengurangi stress dan menolong mencegah terjadi kecelakaan handlers.

Luas zona nyaman pada sapi yang dipelihara ekstensif adalah sekitar 50 m, sedangkan sapi yang dipelihara di feedlot sekitar 2-8 m atau mungkin 0 m (hewan ternak sangat jinak).

Luas zona nyaman dapat terus berkurang bila ternak memperoleh frequent gentle handling.

Cara mengetahui batas zona nyaman yaitu dengan mendekati ternak pelan-pelan (lingkaran menunjukkan zona nyaman).

Jika ingin handling hewan ternak yang amat jinak, coba tuntun dengan halter atau ember yang berisi dengan pakan. Luas lingkungan (enclosure) pemeliharaan ternak akan berpengaruh terhadap luas zona nyaman.

Mendekati ternak dari depan (kepala) akan meningkatkan zona nyaman. Hati-hati mendekati zona nyaman sebab ternak dapat lari (loncat) atau menyerang handler.

Posisi terbaik dalam menangani ternak adalah pada batas zona nyaman (ternak bergerak secara pelan). Ternak akan berhenti berjalan bila handler mundur dari batas zona nyaman.

Membuat ternak bergerak ke posisi handler dengan cara berdiri pada naungan atau tempat yang rindang (shaded area) di lingkaran zona nyaman. Membuat ternak mundur dari handler yaitu dengan cara berdiri pada titik (posisi) netral (the point of balance).

Bila posisi handler diluar zona nyaman, ternak akan kembali dan mempertahankan jarak yang aman. Bila handler masuk ke dalam zona nyaman, maka ternak akan balik dan lari.

Sapi yang digiring ke dalam “race” akan cenderung menjadi takut dan agitated saat menunggu dan berbalik ke belakang.

Teknik gerakan handler agar ternak mau masuk ke dalam squeeze chute (tempat penjepitan) adalah dengan cara bergerak melewati point of balance (pada wilayah zona nyaman hewan ternak) dengan arah yang berlawanan dengan arah ternak yang diinginkan.

Kemudian kembali ke posisi awal di luar zona nyaman. Sapi masih dapat mengamati handler agar gerakan ini berhasil.

Pada sistem race yang dipagar penuh (solid sides) handler perlu membuat celah pada daerah mata sepanjang race.

Demikian beberapa penjelasan tentang mengetahui tingkah laku dalam handling hewan ternak. Jika ada saran, kritik, atau tambahan, silahkan tulis di kolom komentar. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *