sunnah memakai gamis bagi pria
republika.co.id

Sunnah Memakai Gamis bagi Kaum Pria

Posted on

Sunnah Memakai Gamis – Tahukah Anda wahai saudaraku, bahwa memakai gamis merupakan sesuatu yang disunnahkan. Akan tetapi saat memakainya harus melihat juga keadaan masyarakat, jangan sampai terjerumus dalam pakaian syuhroh atau pakaian yang tampil beda.

Ummu Salamah ra, berkata,

كَانَ أَحَبَّ الثِّيَابِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْقَمِيصُ

Pakaian yang paling disukai oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu gamis.” (HR. Tirmidzi no. 1762 dan Abu Daud no. 4025. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Hadits yang disampaikan diatas disebutkan oleh Imam Nawai dalam kitab Riyadhus Sholihin, hadits tersebut menunjukkan pakaian gamis atau jubah muslim merupakan pakaian yang paling Rasulullah SAW sukai.

Seperti yang dikatakan oleh Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rahimahullah,

Hal ini karena gamis lebih menutupi diri dibandingkan dengan pakaian yang dua pasang, yakni izar atau pakaian bagian bawah dan rida’ atau pakaian bagian atas. Akan tetapi para sahabat di zaman Rasulullah SAW terkadang memakai pakaian bawah dan pakaian atas seperti itu. Terkadang para sahabat juga menggunakan gamis. Rasulullah SAW sendiri lebih menyukai pakaian gamis karena lebih menutupi. Memakai pakaian gamis disini juga lebih mudah daripada pakaian atas bawah, karena pakaian gamis hanya satu dan saat mengenakannya pun hanya sekali, sedang pakaian atas bawah harus menggunakan celana lebih dulu lalu memakai pakaian bagian atas.

Akan tetapi Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin juga memberikan catatan,

Akan tetapi jika engkau berada di daerah (negeri) yang terbiasa memakai pakaian atasan dan bawahan, memakai semisal mereka tidaklah masalah. Yang terpenting adalah jangan sampai menyelisihi pakaian masyarakat di negeri kalian agar tidak terjerumus dalam larangan memakai pakaian yang tampil beda. Sungguh, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang pakaian syuhroh (pakaian yang tampil beda). (Lihat Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 284-285, terbitan Madarul Wathon).

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبًا مِثْلَهُ

Barangsiapa memakai pakaian syuhroh, niscaya Allah akan memakaikan kepadanya pakaian semisal pada hari kiamat” (HR. Abu Daud no. 4029 dan Ibnu Majah no. 360. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin menerangkan,

أن موافقة العادات في غير المحرم هي السنة؛ لأن مخالفة العادات تجعل ذلك شهرة، والنبي صلّى الله عليه وسلّم نهى عن لباس الشهرة ، فيكون ما خالف العادة منهياً عنه.

وبناءً على ذلك نقول: هل من السنة أن يتعمم الإنسان؟ ويلبس إزاراً ورداءً؟

الجواب: إن كنا في بلد يفعلون ذلك فهو من السنة، وإذا كنا في بلد لا يعرفون ذلك، ولا يألفونه فليس من السنة.

“Mencocoki kebiasaan masyarakat dalam hal yang bukan keharaman adalah disunnahkan. Karena menyelisihi kebiasaan yang ada berarti menjadi hal yang syuhroh (suatu yang tampil beda). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berpakaian syuhroh. Jadi sesuatu yang menyelishi kebiasaan masyarakat setempat, itu terlarang dilakukan.

Berdasarkan hal itu, apakah yang disunnahkan mengikuti kebiasaan masyarakat lantas memakai pakaian atasan dan bawahan? Jawabannya, jika di negeri tersebut yang ada adalah memakai pakaian seperti itu, maka itu bagian dari sunnah. Jika mereka di negeri tersebut tidak mengenalnya bahkan tidak menyukainya, maka itu bukanlah sunnah.” (Syarhul Mumthi’, 6: 109, terbitan Dar Ibnul Jauzi).

Namun ada yang perlu digaris bawahi, menyesuaikan dengan tradisi setempat itu diperbolehkan asal tidak melanggar ketentuan yang disyariatkan.

Jadi boleh-boleh saja Anda berpakaian koko, memakai sarung dan peci untuk menyesuaikan dengan masyarakat setempat.

Nah, untuk para wanita sendiri, tetap dan harus menggunakan pakaian yang disyariatkan oleh Islam, yaitu berpakaian yang syar’i.

Apabila di suatu masyarakat memiliki kebiasaan memakai pakaian yang ketat, seperti berjilbab kecil dan memakai celana panjang yang ketat sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya, maka sangat tidak dianjurkan untuk mengikuti mereka.

Wallahu a’lam. Hanya Allah SWT maha pemberi taufik dan hidayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *