Sejarah Lengkap Berdirinya Klub Manchester United

Sejarah Manchester United Manchester United Football Club merupakan salah satu klub sepakbola terbesar dan sangat professional di Inggris yang berbasis di Old Traford, Manchester Raya. Klub besar ini bermain di Liga Premier Inggris yang sudah banyak meraih trofi dan penghargaan-penghargaan lainnya.

Di sepak bola Inggris, Manchester United sudah banyak sekali trofi-trofi yang diraihnya. Seperti rekor 20 gelar Liga, 4 Piala Liga, 12 Piala FA, dan rekor dalam kempetisi FA Community Shield sebanyak 21 kali.

Selain itu Manchester United atau biasa orang menyingkatnya menjadi MU juga telah banyak meraih trofi di luar Liga Premier Inggris yang diantaranya Piala 3 UEFA Champions League, 3 Piala Eropa, 1 Piala Super UEFA, 1 Piala Winners UEFA, 1 Piala Interkontinental, serta 1 Piala Dunia Antarklub.

Sebelum itu pada tahun 1958 terjadi kecelakaan udara yang disebut dengan Bencana Udara Munchen telah mengakibatkan 8 pemain Manchester United meninggal dunia di tempat.

Akan tetapi pada tahun 1968 Manchester United merupakan klub sepak bola Inggris yang memenangkan Piala Eropa di bawah asuhan manajemen Matt Busby.

Torehan trofi yang paling banyak diraih oleh tim ini adalah pada saat diasuh oleh manajer Sir Alex Ferguson dengan memenangkan sekitar 38 total trofi utama dari awal menjabat sebagai pelatih atau manajer pada bulan November 1986 hingga Mei 2013.

Alex Ferguson menyatakan pensiun dari kepelatihan pada Mei 2013 dan dia sudah melatih Manchester United selama 26 tahun lamanya. Dia merupakan salah satu seorang pelatih yang paling lama memanajer klub ini.

Setelah dia menyatakan pensiun dari kepelatihan, rekan Scot David Moyes diangkat menjadi pelatih MU sebagai penggantinya pada tanggal 9 Mei 2013.

Pada tahun 2011-2012 Manchester United merupakan klub sepak bola terkaya nomor tiga di dunia dalam hal pendapatan tahunannya sebesar 395.5 juta Euro, dan juga merupakan sebuah klub sepak bola yang paling berharga pada tahun 2013 dengan nilai 3.165 miliar dolar.

Selain itu tahun lalu pada januari 2015, Manchester United dinobatkan sebagai klub sepak bola terkaya nomor dua di dunia. Manchester United ini merupakan salah satu klub sepak bola yang paling banyak didukung di dunia.

Foto skuad Manchester United pada tahun 1908

sejarah manchester united

Skuad Manchester United 1908 | sumber: wikimedia.org

Sejarah Awal Terbentuknya Manchester United

Newton Heath Lancashire and Yorkshire Railwaiy F.C adalah nama pertama kali tim ini dibentuk pada tahun 1878-1945 sebelum akhirnya menjadi Manchester United.

Awal nama tersebut merupakan karya dari Lancashire dan Yorkshire yang merupakan stasiun kereta api di Newton Heath.

Jersey awal tim ini berwarna hijau dan emas. Pada saat itu mereka bermain disebuah lapangan kecil di North Road, yaitu lapangan yang dekat dengan stasiun kereta apai Piccadilly Manchester selama 15 tahun lamanya sebelum mereka pindah ke Bank Street di dekat Clayton pada tahun 1893.

Setahun sebelumnya mereka sudah memasuki kompetisi sepak bola dan mulai memutuskan hubungan antara mereka dengan stasiun kereta api dan membangun perusahaan sendiri. Selain itu juga mengangkat seorang sekretaris perkumpulan dan pengedropan “L and YR” dimana mereka untuk menjadi Newton Heath F.C saja.

Namun tidak berselang lama pada tahun 1902 tim ini hampir bangkrut dengan utang sebesar lebih dari 2500 Euro serta lapangan Bank Street mereka juga ditutup.

Kemudian pada tahun 1902 dengan utang sebesar 2670 Euro atau setara dengan 250.000 Euro pada tahun 2014, klub ini disajikan dengan urutan berliku.

Namun sebelum tim mereka ini bubar, mereka mendapat atau menerima investasi dari J. H. Davies selaku direktur Manchester Breweries.

Ceritanya, pada saat itu sang kapten tim, Harry Stafford sedang memamerkan anjingnya di acara pengumpulan dana untuk klub. Lalu anjingnya ditaksir oleh Davies dan iapun ingin membelinya.

Oleh Stafford tawaran tersebut ditolak, sebagai gantinya ia menawarkan untuk menginvestasikan uang davies untuk kub sekaligus menjadi chairman dari Newton Heath FC.

Akhirnya Davies menerima tawaran tersebut dan membuat Newton Heath selamat dari kebangkrutan. Sesudahnya, diadakan sebuah rapat yang bertujuan untuk mengganti nama klub serta menandai awal kebangkitan dari klub.

Awalnya, nama yang diusulkan untuk menjadi nama baru klub adalah Manchester Central dan Manchester Celtic. Namun seorang pemuda imigran dari Italia bernama Louis Rocca berkata”Bapak-bapak, mengapa kita tidak memakai nama Manchester United?”

Nama yang diusulkan oleh Louis Rocca pun disetujui dan kemudian resmi mulai digunakan pada 26 April 1902.

Davies yang sudah menjadi chairman baru, memutuskan mengganti warna kostum tim yang awalnya hijau keemasan menjadi warna merah putih untuk warna kostum Manchester United.

James West mengundurkan diri pada 28 September 1902, digantikan oleh Ernest Mangnall sebagai sekretaris klub. Ernest Mangnall saat itu bekerja keras untuk mengangkat klub ke Divisi Satu, namun di upaya pertamanya dia gagal dengan menempati peringkat lima Divisi 2.

Kemudian Mangnall mencoba untuk menambah beberapa pemain, seperti Dick Duckworth, Harry Moger, Charlie Roberts, dan John Ricken. Pembelian mereka ternyata berdampak besar dengan membawa klub menduduki peringkat tiga klasemen pada musim 1903-1904.

Setelah menyelesaikan musim 1905-1906 di urutan dua, merekapun promosi ke Divisi Satu. Di musim pertamanya berakhir kurang baik, karena mereka berada di peringkat ke 8. Namun akhirnya mereka memenangkan gelar liga pertama pada tahun 1908.

Kemudian, MU membutuhkan waktu tahun untuk dapat memenangkan trofi liga lagi dengan memenangi liga keduanya di musim 1910-1911.

Kemudian United pindah menuju lapangan barunya yang digunakan sampai sekarang, yaitu Old Trafford. MU memainkan pertandingan pertamanya di Old Trafford melawan Liverpool pada 19 Februari 1910, namun mereka kalah dengan skor 4-3.

MU tidak memenangkan trofi lagi di musim 1911-1912. Selain itu, mereka juga tidak didukung oleh Mangnall lagi setelah 10 tahun, karena dia pindah ke Manchester City. Sesudah itulah, MU tidak memenangkan satu trofi pun selama 41 tahun.

Di tahun 1922, tepatnya tiga tahun sesudah pembukaan kembali sepak bola dunia setelah Perang Dunia Pertama, MU terdegradasi ke Divisi II. MU tetap bermain di Divisi II hingga akhirnya promosi ke Divisi I pada tahun 1925.

MU terdegradasi lagi pada tahun 1931 dan menjadi “tim yo-yo”, hingga pernah merasakan pencapaian terendah di tahun 1934 yaitu berada di posisi 20 di Divisi II.

Keuangan MU memburuk setelah kematian dari Chairman klub, J.H. Davies pada Oktober 1927. Kemungkinan saat itu, klub akan mengalami kebangkrutan kalau bukan karena James W. Gibson yang berinvestasi sebesar £2,000 dan memegang kendali klub MU pada tahun 1931.

Pada musim 1938-1939 merupakan tahun terakhir sepak bola dunia sebelum adanya Perang Dunia Kedua, saat itu MU menyelesaikan liga di peringkat 14 Divisi I.

Era Sir Matt Busby (Tahun 1945-1969)

Sir Matt Busby ditunjuk menjadi manajer dari Manchester United pada tahun 1945. Dalam menangani tim, dia meminta sesuatu yang tidak biasa seperti menunjuk timnya sendiri, memilih pemain-pemain sendiri serta menentukan jadwal latihan dari para pemainnya sendiri.

Hal tersebutlah yang membuatnya kehilangan posisi manajer di Liverpool karena para petingga menganggap apa yang diinginkan oleh Matt Busby adalah pekerjaan seorang direktur, tetapi MU malah memberikan kesempatan kepada dia.

Yang pertama direkrut oleh Matt Busby di MU bukan seorang pemain, tapi seorang asisten manajer, yaitu Jimmy Murphy.

Keputusan MU menunjuk Matt Busby adalh keputusan yang sangat tepat, terbukti ia mampu membawa MU di peringkat dua liga di tahun 1947, 1948 dan 1949 serta meraih gelar piala FA di tahun 1948.

Jack Rowley, Allenby Chilton, Charlie Mitten dan Stan Pearson mempunya andil yang sangat besar atas pencapaian Manchester United waktu itu.

Matt Busby dikenal sebagai salah satu manajer yang paling sukses dalam menangani Manchester United, yaitu pada pertengahan 1950-an, pertengahan 1960-an dan 1990-an).

Busby juga terkenal dengan kebijakanya dalam memasukkan pemain-pemain muda, sebut saja Bill Foulkes, Roger Byrne, Dennis Violet dan Mark Jones. Di tahun 1953, MU terpeleset ke peringkat 8 namun dapat memenangkan liga lagi pada tahun 1956 dengan tim yang diisi pemain-pemain muda (rata-rata 22 tahun) dengan mencetak 103 gol.

Salah satu pemain muda MU paling berbakat waktu itu adalah Duncan Edwards asal Dudley, West Midlands. Ia memainkan debutnya pada tahun 1953 di usia 16 tahun. Ia mampu bermain di semua posisi dengan sama baiknya.

Pada musim 1956-1957 MU menjuarai liga dan mencapai final Piala FA, namun kalah lawan Aston Villa. Dengan kebijakan dari FA, MU menjadi tim asal Inggris pertama yang ikut dalam Piala Champions Eropa.

Waktu itu MU mencapai semi final, namun dikalahkan oleh Real Madrid. Sebelum mencapai semi final, MU mencatatkan kemenangan luar biasa yang menunjukkan bahwa mereka adalh tim besar, yaitu mengalahkan Belgia Anderlecht 10-0 di Maine Road.

Tragedi Munich (1958)

Pada musim berikutnya, terjadi sebuah tragedi yang sangat memilukan untuk klub Manchester United. Saat sebuah pesawat yang membawa anggota tim pulang dari pertandingan Piala Champions Eropa mengalami sebuah kecelakaan saat mendarat di Munchen, Jerman untuk mengisi bahan bakar.

Tragedi tersebut terjadi pada tanggal 6 Februari 1958 dengan menewaskan 8 pemain, beberapa staff dan 15 anggota penumpang lainnya.

8 pemain tersebut adalah Duncan Edwards, Roger Byrne, Geoff Bent, Mark Jones, David Pegg, Tommy Taylor, Liam “Billy” Whelan dan Eddie Colman. Sedangkan beberapa staf tersebut adalah Tom Curry, Bert Whalley, dan Walter Crickmer.

Kecelakaan tersebut terjadi karena tidak stabilnya kecepatan pesawat akibat adanya lumpur. Waktu itu, Harry Gregg (penjaga gawang MU) saat kecelakaan dan menyelamatkan Bobby Charlton dan Dennis Viollet dengan mengencangkan sabuk pengaman mereka.

Tujuh pemain MU meninggal di tempat, sedangkan Duncan Edward meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Johnny Berry (sayap kanan) selamat, namun mengalami cidera yang membuat dia tidak bisa melanjutkan karir sepakbolanya.

Dokter Munchen berkata bahwa Matt Busby sudah tidak mempunyai harapan, tetapi dia mampu pulih dengan sangat ajaib dan akhirnya dapat keluar dari rumah sakit setelah dirawat selama dua bulan.

Rumor yang beredar saat itu adalah tim MU akan mengundurkan diri dari kompetisi yang diikuti, akan tetapi Jimmy Murphy  mengambil alih posisi manajer saat Matt Busby dirawat di rumah sakit dan tim MU melanjutkan kompetisi.

Walaupun kehilangan banyak pemain, mereka mampu mencapai final Piala FA di tahun 1958, namun saat itu mereka kalah dari Bolton Wanderers.

Pada Akhir musim, UEFA menawarkan pada FA untuk mengirim Manchester United dan Wolverhampton Wanderers (sang juara liga) untuk ikut berpartisipasi di Piala Champions sebagai penghargaan kepada para korban kecelakaan, Tetapi FA menolaknya.

Pada musim berikutnya, MU memberikan tekanan pada Wolves dan akhirnya menyelesaikan liga di posisi kedua klasemen. Hasil tersebut tidaklah buruk untuk sebuah tim yang harus kehilangan sembilan pemain berbakatnya akibat Tragedi Munchen.

Di awal 60-an, Sir Matt Busby membangun kembali tim MU dengan membeli pemain sekaliber Denis Law, Pat Crerand dan tentu yang paling terkenal adalah pemain muda berbakat Belfast, yaitu George Best.

George Best salah satu pemain yang sangat hebat dan mempunyai keatletikan yang langka. Ia berhasil membawa MU menjuarai Piala FA di tahun 1963, meskipun di liga mereka hanya finish di posisi ke 19.

Keberhasilan memenangkan Piala FA ternyata memberikan motivasi pada pemain sehingga pada tahun 1964, 1965 dan 1967 mereka memenangkan liga.

Pada tahun 1968, Manchester United menjuarai Piala Champions Eropa dengan mengalahkan tim asuhan Eusebio, SL Benfica di final dengan skor 4-1. Dan menjadi tim dari Inggris pertama yang menjuarai kompetisi itu.

Saat itu, MU mempunyai pemain-pemain tebaik, seperti George Best, Bobby Charlton dan Denis Law. Lalu pada tahun 1969, Matt Busby mengundurkan diri dan digantikan oleh Wilf McGuinness (pelatih tim cadangan).

Masa Sulit Manchester United (1969-1986)

Ditangani oleh Wilf McGuinness, MU mengalami era tersulitnya. Di musim 1969-1970, MU hanya finish di urutan kedelapan klasemen.

Lalu mengawali musim 1970-1971 dengan sangat buruk, sehingga Wilf McGuinness harus turun menangani tim cadangan lagi.

Sir Matt Busby kembali ke MU, meskipun hanya selama 6 bulan. Dibawah kepelatihan Matt Busby mendapat hasil yang lebih baik, tetapi ia kembali meninggalkan MU di tahun 1971.

Dalam kurun waktu tersebut, MU ditinggal beberapa pemain kunci, seperti Pat Crerand dan Nobby Stiles.

Setelah kepergian Busby, Jock Stein (manager Celtic) ditunjuk sebagai manager MU (ia menyetujui kontrak tersebut secara verbal, namun ia membatalkannya).

Kemudian Frank O’Farrell ditunjuk sebagai pengganti Matt Busby, namun sama seperti MaGuinness, ia tidak bertahan lama (sekitar 18 bulan).

Di MU, O’Farrell membawa beberapa pemain baru seperti Martin Buchan yang dibeli dari Aberdeen seharga  £125,000.

Di akhir tahun 1972, Tommy Docherty atau “Doc” dipilih untuk menjadi manager tim. Ia menyelamatkan MU dari jurang degradasi, akan tetapi MU harus terdegradasi di tahun 1974. Saat itu tiga pemain terbaik MU, Best, Law dan Bobby Charlton sudah meninggalkan klub.

Untuk menggantikan trio terbaik nya, mereka mencoba mendatangkan Stewart Houston, Lou Macari, dan Brian Greenhoff, akan tetapi tidak mengahsilkan apa-apa.

Di tahun pertamanya di Divisi Dua, MU langsung meraih promosi ke Divisi Satu berkat peran besar dari pemain muda yang didatangkan dari Tranmere Rovers, yaitu Steve Coppell.

Di tahun 1976, MU sampai di final Piala FA, namun mereka kalah lawan Southampton. Pada tahun 1977, mereka mencapai final lagi dan menang atas Liverpool dengan skor 2-1. Namun, Docherty harus dipecat karena diketahui mempunyai hubungan dengan istri dari fisioterapi.

Pada tahun 1977, Dave Sexton menggantikan Docherty dan membuat MU menjadi tim yang bermain defensif. Gaya bermain bertahan ternyata tidak disukai oleh para suporter, mereka lebih menyukai gaya menyerang ala Busby dan Docherty.

Sexton membeli beberapa pemain seperti Gordon McQueen, Joe Jordan, Ray Wilkins, dan Gary Bailey, tetapi tetap tidak mampu mengangkat MU menuju papan atas. Hanya sekali finish di urutan 2 klasemen dan hanya sekali lolos final Piala FA, namun kalah oleh Arsenal.

Pada tahun 1981, Sexton dipecat karena tidak mendapat gelar apapun, walau ia bisa membawa MU menang di 7 pertandingan terakhirnya.

Ron Atkinson lalu menggantikan Sexton. Kemudian Atkinson memecahkan transfer di liga Inggris dengan membeli Bryan Robson dari West Brom. Bryan Robson disebut-sebut sebagai pemain tengah terbaik sepeninggal Duncan Edwardas.

Di tim Ron Atkinson, MU mempunyai beberapa pemain hebat seperti, Mark Hughes, Jesper Olsen. Gordon Strachan, Norman Whiteside, dan Paul McGrath. Saat itu memenangkan Piala FA 2 kali dalam 3 tahun, yaitu pada 1983 dan 1985.

Pada musim liga 1985-1986, MU mengawali musim dengan baik dengan membuka jarak 10 poin sampai Oktober 1986 dengan saingan terdekatnya. Namun, penampilan MU buruk dan mengakhiri musim di urutan 4 klasemen.

Kemudian hasil buruk MU terus berlanjut hingga akhir musim. Maka pada November 1986, Ron Atkinson pun dipecat karena hasil yang buruk hingga ujung batas degradasi.

Era Sir Alex Ferguson (1986-2003)

 

One Response

  1. Mugniar 13 November 2016

Leave a Reply