Inilah 5 Pulau Dengan Bahasa yang Unik Di Dunia

Posted on

Pulau dengan Bahasa Unik Didunia ini banyak sekali terdapat pulau-pulau yang mana setiap pulau mempunyai adat istiadat masing-masing, tidak terkecuali bahasa yang digunakan, berikut ini berita unik mengenai beberapa pulau di dunia dengan bahasanya yang unik.

1. Pulau Malta

Malta adalah negara pulau yang terletak di mediterania, bagian selatan Italy. Bahasa asli mereka disebut Maltese yang kemudian dijadikan bahasa resmi di pulau tersebut selain bahasa Inggris.

Maltese berasal dari bahasa Semitic seperti bahasa Arab dan Hebrew. Bahasa ini merupakan satu-satunya bahasa Semitic yang menjadi bahasa resmi dari European Union.

Maltese merupakan versi modern dari banyaknya turunan bahasa Arab yang dipakai di Sicily. Disana bahasa ini disebut Siculo-Arabic. Sejarahnya, Settlers tiba di Malta pada abad ke-11, membawa bahasa ini.

Konflik yang terjadi di Eropa mengakibatkan tekanan bagi para Muslim di tengah abad ke-13. Hal ini mengakibatkan pengguna bahasa Siculo-Arabic terisolasi dari pengguna bahasa Arab.

Di Sicily, bahasa Arab, terkadang diganti dengan bahasa Sicily, namun, bahasa ini tetap dipakai oleh sekelompok orang Italia di Malta.

Hal ini menyebabkan bahasa ini menjadi bahasa yang benar-benar berbeda. Saat ini, kira-kira setengah dari kosakata Maltanese berasal dari bahasa Italia.

2. Pulau Jeju

Pulau ini terbentang di pantai selatan Korea dan merupakan destinasi populer bagi para turis. Kebudayan yang berkembang di pulau ini berbeda dengan yang ditemukan di pulau utama.

Satu lagi, berkunjung ke pulau ini anda bisa menikmati patung batu yang sangat terkenal disana, hareubang. Bahasa yang digunakan di pulau Jeju disebut Jejueo.

Bahasa ini dikenal sebagai dialek dalam bahasa Korea, namun, pada kenyataannya kedua bahasa memiliki banyak perbedaan yang signifikan, sehingga para ahli bahasa menyebut Jejueo sebagai bahasa tersendiri.

Perbedaan keduanya telah diuji di laboratorium bahasa. Dialek merupakan mutual variasi dari suatu bahasa yang sama. Pengguna bahasa dari tiga dialek yang ada di pulau utama diuji dengan mendengarkan cerita dalam bahasa Jejueo selama 75 detik.

Kemudian, partisipan ditanya dengan beberapa pertanyan standard bahasa Korea seperti: “Berapa banyak orang yang ada di cerita?” Para pengguna bahasa standard Korean yang diuji tersebut hanya 5-12 persen benar dalam menjawab pertanyaan nalar mudah yang diberikan pada mereka.

Hal ini mengindikasikan bahwa bahasa Jejueo merupakan bahasa yang berbeda, tidak seperti bahasa yang digunakan orang Korea pada umumnya.

3. Pulau Madagascar

Madagascar merupakan pulau besar yang terletak di Africa bagian selatan, dan bahasa yang digunakan oleh penduduk asli disebut Malagasy.

Madagascar letaknya tidak terlalu terisolasi karena dengan melakukan perjalanan singkat sudah bisa mencapai pusat populasi di Afrika.

Yang membuat Malagasy menjadi bahasa yang unik adalah, bahasanya sangat berbeda dengan bahasa apapun yang ada di Afrika.

Malagasy termasuk dalam rumpun Austronesian, yang memiliki hubungan dekat dengan bahasa yang digunakan di Indonesia, yang jauhnya sekitar 7,500 km atau 4,700 mi.

Persamaan kedua bahasa tersebut dicatat oleh penjelajah Portugis ketika berkunjung kesana pada tahun 1600an. Catatan yang lebih lengkap ditemukan pada tahun 1950an, yang membuat bahasa ini termasuk dalam bahasa Austronesian.

Satu cara untuk menunjukkan persamaan keduanya adalah dengan membanding kosakata. Contoh mudahnya adalah sistem hitung.

Malagasy memiliki sistem bahasa yang sama untuk angka seperti yang ditemukan pada bahasa Jawa dan Ilocano (bahasa yang dipakai di Indonesia dan Filipina), dan sistem angka tersebut sangat berbeda dengan yang ada pada bahasa Swahili dan Tsonga (bahasa Bantu Afrika). Ini beberapa contoh sistem angka satu sampai lima dari kelima bahasa tersebut;

  • Malagasy : iray, roa, telo, efatra, dimy
  • IIocano : esa, dua, telu, empat, delima
  • Javanese : siji, loro, telu, papat, lima
  • Tsonga : n’we, mbirhi, nharhu, mune, ntlanu
  • Swahili : moja, mbili, tatu, nne, tano

4. Australia

Australia pada dasarnya memiliki ratusan bahasa Aborigin, dan sama seperti bahasa yang dijumpai di Papua Nugini, hubungan dari tiap bahasa tidak jelas antara satu dan lainnya.

Namun, ada beberapa karakteristik dari bahasa yang ada di Australia yang menonjol. Secara umum, hal tersebut terlihat dari sedikit frikatif, yang merupakan bunyi yang dihasilkan dari bloking sebagian aliran udara, yang membuat desisan yang terdengar seperti “fish”.

Kenyataanya, setiap bahasa di dunia menghasilkan paling tidak satu jenis suara yang sama seperti itu. Namun, berbeda dengan Australia, karena tidak ada frikative dalam bahasa mereka.

Suara lateral merupakan hal lain yang membuat bahasa Australia unik yang terdengar sama seperti English /l/. Perhatikan saja, suara /s/, /z/ dan jenis frikatif lainnya tidak akan dijumpai.

Banyaknya budaya Aborigin yang melarang interaksi antara anggota keluarga, sehingga, bahasa biasa tidak bisa digunakan untuk semua orang.

Dan untuk anggota keluarga tertentu, ada peraturan untuk menggunakan cara khusus seperti “avoidance style” ketika berkomunikasi.

The avoidance style tersebut memiliki sistem bahasa dan pengucapan yang sama seperti bahasa regular, namun berbeda dalam kosakata, aturan dalam menggunakan avoidance style berbeda dari budaya yang satu dan lainya. Namun, biasanya para menantu atau ipar dilarang menggunakan komunikasi langsung ketika berinteraksi.

Avoidance speech (tutur avoidance) lebih bersifat generik dari pada bahasa regular, dan terbagi menjadi beberapa istilah dan kemudian melebur menjadi satu. Contohnya di Bunuba, untuk menyebut jenis bumerang tertentu harus menggunakan kata ganti jalimanggurru.

5. Pulau Sentinel Utara

Pulau Sentine Utara merupakan satu dari beberapa pulau yang termasuk bagian pulau Andaman, terletak di teluk Bengal. Pulau ini dihuni oleh mereka yang disebut Sentinelese.

Sangat sedikit yang diketahui dari penduduk pribumi pulau ini dikarenakan menurut catatan yang ada, penduduk asli pulau ini sangat tidak ramah dan cenderung kasar terhadap pendatang.

Beberapa observasi yang dilakukan melalui foto menyatakan bahwa kaum Sentilnelese memang ada, dan mereka hidup seperti masyarakat jaman batu. Satu-satunya bahan metal yang mereka gunakan berasal dari kapal yang karam.

Setelah gempa bumi yang melanda samudera India di 2014, pemerintah India mengirimkan helikopter terbang diatas pulau ini untuk mencari tahu apakah ada yang selamat dari bencana gempa bumi tersebut.

Kaum Sentinelese diketahui berhasil selamat dan hal ini dibuktikan dengan cara mereka menyerang helikopter yang terbang diatas pulau dengan menggunakan tombak.

Kejadian tersebut tentu saja menggemparkan dunia. Dikarenakan penduduk Sentinel Utara sangat sulit didekati, sampai sekarang bahasa mereka masih menjadi misteri.

Sedikit informasi yang ada membuat para ahli bahasa berspekulasi bahwa mereka (kaum Sentinelese) menggunakan bahasa Andaman yang biasa dipakai oleh para penduduk disekitar pulau.

Itulah pulau di dunia yang memiliki bahasa unik, sebetulnya masih sangat banyak lagi pulau-pulau yang mempunyai bahasa-bahasa yang unik, namun setidaknya informasi 5 pulau ini sudah cukup untuk memberitahu kita bahwasanya begitu banyak bahasa-bahasa yang ada didunia ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *