30+ Macam Permainan Tradisional Anak Asli Indonesia yang Hampir Punah

Permainan Tradisional Indonesia dengan keberagaman budayanya memiliki banyak permainan tradisional. Bahkan hampir di setiap daerah ada permainan tradisional khasnya.

Permainan tradisional memang lebih populer dimainkan oleh anak-anak di kampung ketimbang anak kota. Apalagi sekarang zaman semakin modern, banyak anak-anak yang sudah meninggalkan permainan tradisional.

Mereka lebih senang bermain dengan smartphone nya atau bermain game online di warnet.

Nah, dalam artikel kali ini kami akan sedikit mengulas apa aja sih permainan dan mainan tradisional yang sudah hampir punah, maksudnya sudah jarang peminatnya. Oke, coba kita ulas satu per satu.

1. Meriam Bambu

permainan asli indonesia

Rimanews.com

Permainan tradisional ini menggunakan bambu yang agak besar dan sudah tua. Biasanya Meriam bambu ramai dimainkan oleh anak-anak ketika menjelang bulan puasa, lebaran atau di peringatan hari-hari besar lainnya.

Meriam bambu ini menggunakan karbit dan bunyi dentumannya bisa terdengar sampai jarak 1-2 km. Memang permainan ini agak berbahaya, makanya Meriam bambu ini cuma ada di hari-hari tertentu saja.

Sekarang ini Meriam bambu karbit ini sudah jarang terdengar bunyinya. Anak-anak lebih senang menggunakan kembang api yang harganya lebih mahal

2. Pletokan atau Jedoran

permainan tradisional seru

tokopedia.com

Permainan ini biasanya dimainkan secara beregu. Setiap anak memegang pletokan dan mencari korban untuk dibidik. Bermain pletokan ini seperti sedang menjadi seorang sniper. Kamu harus bisa mengarahkannya dengan pas.

Pletokan terbuat dari bambu yang masih kecil tapi sudah kuat, diameternya sekitar 2-3 cm dan panjangnya sekitar 30cm. Pelurunya menggunakan kertas yang sudah dibasahi, atau bisa juga dengan menggunakan bunga jambu air yang belum mekar.

Permainan tradisional ini sudah jarang banget ditemukan. Anak-anak zaman sekarang lebih memilih bermain air soft gun, paint ball atau permainan tembak menembak seperti Point Blank.

3. Congklak atau Dakon

permainan tradisional populer

sayangianak.com

Permainan tradisional coklak lebih popular dikalangan kaum wanita dan bisa ditemukan di banyak daerah di Indonesia. Permainan ini menggunakan papan dengan 16 lubang dan 98 butir biji congklak atau biji kerang.

Congklak dimainkan oleh dua orang pemain. Biji congklak dibagi rata ke dalam 14 lubang. Pemain yang sedang giliran bermain harus mengambil biji congklak dari salah satu lubang kemudian meletakkannya satu per satu ke setiap lubang di sebelah kanannya.

4. Engkleng atau Engklek

permainan tradisional khas Indonesia

panjimas.com

Permainan tradisional engkleng bisa dimainkan oleh anak laki-laki maupun perempuan dengan jumlah 2-5 orang. Cara bermainnya yaitu dengan membuat kotak-kotak pada halaman yang kosong.

Kotak yang dibuat bisa berbentuk huruf T, 3 kotak vertikal, kemudian 3 kotak horizontal, 1 kotak vertikal dan 2 kotak horizontal.

Setiap pemain harus melompat melewati setiap kotak dengan menggunakan 1 kaki dan tidak boleh melebihi atau keluar dari garis kotak.

Jika ada pemain yang terjatuh atau melanggar, maka harus meletakkan batu di satu kotak terakhir sebagai tanda untuk mengawali giliran selanjutnya.

5. Ular Naga

permainan khas indonesia

www.nyoozee.com

Permainan ular naga bisa dimainkan minimal oleh 7 orang anak, 2 orang bertugas sebagai penjaga dan sisanya akan berjalan melewati penjaga.

Ketika memulai permainan biasanya di acak dulu dengan hompimpa untuk menentukan siapa 2 orang sebagai penjaga. Sisa pemainnya berbaris dengan saling memegang pundak temannya dan berjalan melewati kedua penjaga.

Permainan ular naga dimulai dengan nyanyian lagu daerah atau lagu-lagu pilihan lainnya. Ketika lagu berhenti, penjaga akan menangkap salah satu orang dan yang tertangkap harus keluar dari permainan.

6. Layangan

permainan tradisional layangan

InfoBondowoso.net

Salah satu permainan tradisional yang sangat populer pada jamannya, semua orang dulu memainkannya, baik anak kecil, remaja, dewasa bahkan orang tua. Biasanya ada, waktu musim panas dan berangin.

Apalagi anak-anak kecil pasti sangat suka permainan ini karena sangat menyenangkan. Banyak yang suka mengejar layangan yang putus akibat sambitan.

Saat ini, permainan layangan masih ada tapi sudah sangat sedikit yang memainkannya. Andak-anak kecil pun juga sudah jarang memainkannya.

Layangan terbuat dari bambu yang diikat menggunakan benang dan ditempeli kertas atau plastic.

Cara memainkannya mudah tapi butuh banyak faktor pendukung, terutama angin. Karena yang bisa membuatnya terbang tinggi adalah angin.

Layangan sudah dibuat, diikat dengan benang lalu terbangkan ke udara. Permainan ini sangat menyenangkan terutama jika diadu dengan layangan miliki orang lain. Asli, seru banget!

7. Kelereng atau Gundu

permainan tradisional kelereng atau gundu

BeritaHati.com

Kelereng adalah suatu alat permainan berbentuk bulat yang terbuat dari bahan kaca. Kelereng ini biasanya transparan yang didalamnya terdapat beberapa warna, sehingga membuatnya menjadi indah. Terkadang juga ada kelereng yang berwarna warni.

Kelereng ini biasanya dimainkan oleh anak laki-laki dan menjadi permainan yang sangat disukai.

Cara memainkan permainan ini ada banyak, salah satunya adalah dengan Anda memilih guci atau kelereng utama.

Lalu setelah semua pemain telah memilih guci, maka ada satu orang yang mengumpulkannya dan ngopyok atau mengkocoknya lalu melemparkannya ke dinding.

Yang kelerengnya terlemparnya paling jauh maka dia yang pertama kali main. Pemain mencoba untuk mengincar kelereng pemain lain, kalau sekali tembakan kena, maka terus bermain dengan mengincar kelereng lawan yang lain.

Kalau dalam tembakannya dia meleset, maka ganti dengan pemain lain setelahnya. Biasanya yang menang akan mendapatkan hadiah berupa kelereng dan jumlah hadiahnya sesuai dengan aturan yang disepakati di awal.

8. Ketapel

permainan tradisional ketapel

blitudik.com

Ketapel merupakan sebuah mainan sederhana yang berbentuk huruf Y yang bagian atas (kanan dan kirinya) disatukan dengan karet dan ditengahnya diikat sebuah kulit sebagai tempat batu yang akan dilontarkan.

Ketapel ini biasa dimainkan oleh anak-anak kecil jaman dulu untuk berburu binatang seperti burung.

Cara memainkannya sangat mudah. Setelah ketapel dibuat. Ambil batu, lalu taruh pada kulit (tempat batu yang akan dilontarkan). Lalu tarik dengan kuat, arahkan pada sasaran dan lepaskan batu.

9. Petak Umpet

permainan tradisional petak umpet

Kompasiana.com

Anak-anak jaman dulu sering sekali memainkan permainan ini karena memang seru. Biasanya dilakukan di sore hari di pelataran rumah atau di kebun.

Petak umpet adalah permainan sederhana yang dilakukan di luar rumah dan dilakukan oleh beberapa anak atau pemain.

Cara memainkannya mudah, yaitu pilih beberapa pemain yang mau ikut, lalu buat aturan permainannya, missal tidak boleh bersembunyi terlalu jauh.

Setelah aturan sudah dibuat, maka para pemain berusaha bersembunyi dan berusaha jangan sampai ketahuan, dan ada satu orang yang mencari mereka setelah dia di tutup matanya sambil menghitung sampai 100.

10. Lompat Tali

permainan tradisional lompat tali

M’sDailyLife.WordPress.com

Anak-anak perempuan jaman dulu juga mempunyai banyak permainan, salah satu yang sering mereka mainkan adalah lompat tali.

Sebenarnya, anak laki-laki juga boleh dan bisa bermain lompat tali tapi biasanya tidak sebaik anak perempuan dalam memainkannya.

Ketika permainan ini dimainkan oleh anak-anak pada jaman dulu, sudah pasti ramai dan mereka memainkannya di lapangan atau halaman rumah.

Tali yang digunakan umumnya adalah karet gelang yang dirangkai sedemikian rupa hingga membentuk tali yang panjang.

Cara memainkannya mudah, biasanya membutuhkan minimal 3-4 anak. 2 anak yang bertugas untuk memegangi tali di setiap sisinya dan 1-2 anak berada di tengah untuk melompati tali yang diayunkan oleh 2 orang pemegang tali tadi. Asli seru banget.

11. Mobil-mobilan

Anak jaman dulu bisa memanfaatkan barang apa saja menjadi mainan yang kreatif, salah satunya adalah mobil-mobilan yang dibuat dari kulit jeruk bali.

Jeruk bali dipilih karena dulu jeruk ini sangat banyak di desa-desa dan mudah banget mencarinya.

Cara membuatnya sangat mudah, yaitu dengan mengiris kulit jeruk bali membentuk sebuah mobil-mobil atau sesuai keinginan (bisa bentuk kotak atau mirip perahu).

Setelah itu tinggal dipasang roda yang terbuat dari kulit jeruk pula, dibentuk bulat (mirip roda) lalu di pasang di badan mobil dengan menggunakan kayu, bambu yang sudah dibentuk seperti tusuk sate atau lidi.

Terakhir pasang tali pada bagian depan tali, dan mobil-mobilan pun bisa digunakan dengan cara di tarik. Permainan ini sangat menarik, selain menambah kreatifitas juga memanfaatkan sampah yang tidak terpakai.

12. Bentengan

 

13. Boi-Boian

 

14. Bola Bekel

 

15. Bola Kasti

 

16. Dorong Ban atau Selang yang Dibentuk Seperti Ban

 

17. Egrang

 

18. Gasing

 

19. Gobak Sodor

 

20. Jentik atau Bentik atau Gatrik

 

21. Masak-masakan

 

22. Hujan-hujanan

 

23. Tarik Tambang

 

24. Balap Karung

 

25. Bakiak

 

26. Rorodaan

 

27. ABC an

 

28. Yoyo Kayu

 

29. Dam-daman

 

30. Dokter-dokteran

 

31. Karambol

 

32. Kapal Air Mainan atau Otok-otok

 

Sebenarnya masih banyak permainan tradisional lainnya yang sudah hampir punah. Kami akan membahasnya di artikel selanjutnya.

Semoga kita bisa terus melestarikan kebudayaan nenek moyang kita. Meskipun jaman sudah modern, tapi tidak ada salahnya bermain permainan tradisional.

Leave a Reply