Inilah Kisah Dibalik Penyebab Penyakit “ASMA” Saya

Posted on

Penyebab Penyakit Asma Saya Assalamualaikum, hallo kawan. Gimana sudah baca postingan saya yang sebelumnya? Yang belum monggo dibaca dulu, yang sudah gimana rasanya? Pahit? Manis? Asin?

Saya tebak, pasti ndak jelas kan ya? kalian pasti mikir itu artikel ngomongin apaan, ya kan? hahaha oke oke, daripada pilek mending baca cerita saya yang ini. Saya hanya ingin berbagi tentang cerita dibalik penyakit “asma” yang pernah saya derita dulu.

Oke, selamat membaca.

Kronologi jatuh dari pohon jambu

Dulu ketika masih kecil, saya ini tergolong anak yang gemuk, sehat dan jarang banget sakit. Sampai akhirnya ketika kelas tiga SD saya mengalami sebuah insiden berdarah (woww, sebenare lecet dan darahnya cuman sedikit) yaitu jatuh dari pohon jambu.

Jadi ceritanya saya bersama 2 sahabat (Aji dan Pur) ingin memakan jambu biji, saya bilang ke mereka “yowes ayo jupuk jambu nang burine omahe budheku ae rek”. Merekapun setuju (ya iyalah gratis, tinggal manjat).

Setelah ijin ke budhe, kamipun bergegas kebelakang rumahnya. Sandal kami lepas dan langsung memanjat pohon jambu yang lumayan tinggi, letak pohonnya itu dipinggir sungai atau kali.

Biasa kan ya namanya anak kecil terkadang ndak peduli dengan bahaya, yang penting seneng dan perut kenyang aja. Kami memakan beberapa jambu diatas pohon dengan lahapnya.

luwegine rek jambune” kata Pur.

iyo iki, gedhe gedhe pisan” sahut Aji.

owalah, nek panganan ae semangat koen rek” sahutku juga.

penyebab penyakit asma saya
pinterest.com

Setelah mengamati bebepa saat, pandangan saya tertuju ke satu arah. Yap saya melihat sebuah jambu biji berwarna kuning meronah istilahnya “masak pohon” yang sangat menggoda, tanpa pikir panjang saya naik dan mencoba untuk mengambil jambu itu, padahal letaknya agak mucuk dan disinilah insiden itu terjadi karena saking semangatnya saya kepleset tapi untung masih sempat pegangan cabang pohon.

Saya mencoba meminta tolong ke Aji dan Pur “rek tolongen rek, aku kate tibo”, nah pas keadaan seperti itu yang namanya temen kan harusnya nolongin gitu ya, lah ini ndak kok. Si Aji malah ketawa dan mencoba untuk menjatuhkan saya dengan cara bergoyang goyang dan loncat-loncat ya pastinya karena goyangan semakin “hot” eh semakin keras, membuat pegangan saya akhirnya terlepas dan yap bisa diduga saya jatuh.

Jangkrek jangkrek, gak nolong malah ngguyu awakmu rek” teriakku sambil bangkit dan membersihkan beberapa sampah yang menempel.

Mereka hanya tertawa terbahak-bahak dan berkata “lah lucu e, kate yoopo maneh”. Untungnya saya masih jatuh di kali meskipun sempat mengenai tepian kali dulu sih.

Waktu jatuh sakitnya sih ndak terlalu berasa meskipun beberapa bagian tubuh lecet dan sedikit berdarah tapi malunya itu loh, di kata-katain lagi.

Mulai Merasakan Sakit-sakitan

Singkat cerita, sebulan setelah kejadian itu saya terkena tifus, ini adalah pertama kali dalam kehidupan saya terkena penyakit ini, biasanya sih cuman sakit orang desa kayak panas, pilek, batuk, koreng, cantengan, dan beberapa penyakit orang desa lainnya.

Saya sakit tifus ini selama 2 bulan dan harus meninggalkan bangku sekolah selama proses penyembuhan yang pada akhirnya mempengaruhi rangking saya (ndak penting) wkwkw.

Bapak ibu sangat khawatir karena sebelumnya saya belum pernah sakit apapun sampai selama itu, apalagi setelahnya saya juga terkena penyakit asma atau sulit bernafas yang akhirnya menjadi penyakit kambuhan.

Bapak akhirnya bertanya tentang apakah sebelumnya saya pernah terjatuh atau bagaimana, awalnya saya takut memberi tahukannya namun setelah dipaksa-paksa akhirnya saya mengaku kalau sebenarnya saya pernah terjatuh dari pohon jambu.

Saya tidak tahu kalau itu bakal menimbulkan dampak buruk, bapak pun memeriksakan saya ke rumah sakit dan hasilnya adalah tulang selangka sebelah kiri saya retak.

Kata dokter itulah yang dalam keadaan tertentu menyebabkan saya sulit bernapas alias asma. Dokter menyarankan saya agar tidak makan cokelat, tidak boleh sampai kedinginan, tidak boleh kena asap dan tidak boleh kecapekan.

Kehidupan saya waktu itu sedikit terbatas karena banyak hal yang harus dihindari agar asma saya ndak kambuh. Punya penyakit yang gampang kambuh itu asli ndak enak, ya sebenarnya kalau penyakit apapun ya ndak enak sih.

Apalagi kayak asma gini, capek dikit kambuh, kena asap kambuh, kedinginan kambuh. Ya begitulah masa kecil saya yang “super duber bahagia” juga terkadang punya waktu menyedihkannya karena sering sakit-sakitan ini.

Banyak kejadian-kejadian dimana asma saya kambuh di saat yang benar-benar ndak tepat, salah satunya asma saya pernah kambuh saat masih jam pelajaran, masih kurang 3 jam lagi sebelum bel pulang berbunyi padahal jarak sekolah SMP dan rumah saya jauh, SMP saya di Gempol Pasuruan sedangkan rumah saya di Tanggulangin Sidoajo.

Aaaahhhh sudah ndak terbayang dulu sakitnya gimana, harus nahan susah nafas dalam perjalanan naik angkot dan mancal sejauh 2 kilo lebih, tapi alhamdulillah bisa sampai rumah dengan sehat wal afiat meskipun sekarat.

penyebab penyakit asma saya
pinterest.com

Tapi alhamdulillah sekarang penyakit asma saya sudah ndak pernah kambuh lagi berkat “sesuatu yang sangat luar biasa”, hal itu juga merubah hidup saya. Pengen tau ndak “sesuatu yang sangat luar biasa” itu apa?? Kalau mau tau, baca ya di cerita saya selanjutnya. Biar penasaran gitu hahaha tapi insyaallah akan saya tulis cerita tentang “sesuatu yang sangat luar biasa” itu. Jadi tunggu ya.

Kesimpulan yang saya ambil adalah saya mensyukuri semua yang pernah terjadi kepada saya, baik itu cobaan dalam bentuk sakit atau yang lainnya. Dan saya juga tahu arti sebuah kesehatan, “sehat itu mahal tapi sakit itu jauh lebih mahal”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *