pemberdayaan turisme
http://locals.esquerra.cat

Pengertian dan Pemberdayaan Turisme di Berbagai Negara

Posted on

Pemberdayaan Turisme Seorang penulis dan wisatawan Swedia bernama Yan Mirdal pernah mengatakan, “Laporan dan cerita yang disampaikan oleh seseorang mengenai hal-hal yang dilihatnya dalam perjalanan, adalah sesuatu yang bagus, berharga, dan penuh motivasi. Namun, ada beberapa manfaat wisata yang tidak banyak diperhatikan orang, yaitu berbagai perasaan yang kita alami dalam perjalanan itu, misalnya perasaan ketika melihat sesuatu yang jauh dari jangkauan kita atau berjalan di pagi hari, perasaan lelah sekaligus senang ketika kita melewati gunung, perasaan ketika tiba ke sebuah kota di malam hari dan menikmati kegelapan malam serta mendengarkan suara-suara baru.”

Setiap bangsa memiliki ciri-ciri dan karakteristik tersendiri yang menarik bagi orang-orang yang berasal dari bangsa-bangsa lainnya. Faktor-faktor khas itulah yang memberi motivasi bagi ratusan ribu wisatawan di seluruh dunia untuk melakukan perjalanan ke berbagai negara.

Pengertian Turisme

Istilah turisme atau pariwisata mulai dipakai di Barat sejak abad ke-19. Pada zaman itu, para bangsawan Perancis yang melakukan perjalanan jauh dari tanah airnya untuk menambah pengetahuan dan pengalamannya, dinamakan sebagai turis.

Seiring dengan meluasnya penggunaan istilah turis, akhirnya makna kata turis berkembang menjadi orang yang melakukan perjalanan dengan tujuan untuk istirahat, tamasya, bersenang-senang, dan berkenalan dengan masyarakat di kawasan yang baru. Kemudian, secara bertahap kata turis masuk ke dalam kosakata berbagai negara.

Definisi kata turisme atau pariwisata ada berbagai macam, namun pada umumnya memiliki kesamaan persepsi, yaitu perginya seseorang dari tempat tinggal tetapnya ke tempat lain untuk sementara waktu dan melakukan berbagai aktifitas, seperti berkunjung atau bersenang-senang.

Menurut definisi yang disebutkan oleh PBB pada tahun 1994, turis atau wisatawan adalah orang yang melakukan perjalanan dalam waktu tertentu untuk bersenang-senang, istirahat, melewati liburan, mengunjungi objek-objek wisata, berobat, berdagang, olahaga, ziarah, mengunjungi keluarga, atau mengikuti konferensi.

Masa perjalanan yang tergolong dalam definisi wisata atau turisme adalah tidak kurang dari 24 jam dan tidak lebih dari tiga bulan, serta tidak dalam rangka mencari pekerjaan.

Dewasa ini, kegiatan wisata tidak hanya dilakukan secara perorangan, melainkan juga dikelola secara profesional dan dilakukan secara berkelompok.

Pemberdayaan Turisme

Karena besarnya keuntungan yang bisa diraih melalui industri pariwisata, pemerintah di berbagai negara aktif mengembangkan sektor ini sesuai dengan kondisi di negara mereka masing-masing.

Sejak awal abad ke-20, di beberapa negara yang berpotensi untuk menarik wisatawan, mulai mengembangkan objek pariwisata berupa daerah pedesaan. Artinya, desa-desa dengan berbagai kekhasan tradisional dan keunikan adat-istiadatnya dijadikan objek pariwisata.

Industri pariwisata semacam ini, selain menambah devisa negara, juga membuka lapangan kerja bagi penduduk desa tersebut, serta menjadi alat untuk memperluas perkembangan sosial-ekonomi di desa-desa tersebut.

Meskipun tidak ada definisi yang pasti dari pariwisata pedesaan ini, namun yang jelas, pariwisata pedesaan merupakan aktivitas wisatawan yang dilakukan di luar perkotaan.

Bentuk dari pariwisata pedesaan ini ada beberapa jenis, di antaranya wisata pertanian (agri-tourism), wisata hijau (green-tourism), dan wisata alam (eco-tourism).

Eco-tourism atau wisata alam merupakan salah satu objek pariwisata yang penting di dunia. Wisata alam adalah perjalanan wisata yang bertujuan untuk menikmati pemandangan alam yang masih asli dan mengamati dari dekat kehidupan alam bebas, termasuk tumbuh-tumbuhan dan hewan-hewan di dalamnya.

Berdasarkan data dari Organisasi Turisme Internasional (WTO), pertumbuhan industri pariwisata diprediksikan akan meningkat antara 4,3 hingga 6,7 persen pada dekade awal abad ke-21, dan sebagian besar pertumbuhan itu akan terjadi pada sektor wisata alam, yaitu sebesar 10 hingga 30 persen.

Dengan demikian, dapat diperkirakan bahwa jumlah wisatawan eco-tourism yang saat ini merupakan 7 persen dari jumlah wisatawan di seluruh dunia, akan meningkat hingga lebih dari 20 persen.

Perjalanan wisata akan memberikan pengaruh budaya, sosial, dan ekonomi yang sangat dalam kepada para wisatawan, sepanjang para wisatawan itu memperhatikan alam sekitarnya secara cermat dan mendalam.

Niat yang memotivasi seseorang untuk melakukan perjalanan wisata akan mendasari cara pandang orang tersebut selama dalam perjalanannya.

Tidak diragukan lagi, tujuan yang tinggi dari sebuah perjalanan akan menghasilkan makna dan pengaruh yang tinggi pula.

Bila seorang wisatawan melakukan perjalanan dengan tujuan untuk mengenali alam semesta ciptaan Allah, niscaya, perjalanan yang dilakukannya pun akan menambah keimanannya kepada Allah dan memberikan semangat baru dalam menjalani kehidupannya.

George Jordac, penulis ternama Libanon, mengatakan . “Di zaman yang penuh kesulitan ini, yang disebut juga sebagai zaman kecepatan, saya lebih memilih untuk bergerak lambat ketika orang-orang berlari dengan cepat; dan saya memilih untuk berhenti ketika mereka berjalan.

Sebab saya yakin, ketika mereka berjalan dengan cepat menuju kenihilan, sesungguhnya mereka tengah melangkah ke belakang, bukan ke depan. Aku meyakini, dalam melakukan perjalanan, ketenangan haruslah dimiliki.

Tentu saja, jika kita mempunyai jiwa petualangan yang tinggi, kita dapat menikmati fenomena keindahan yang ada di langit dan di bumi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *