Proses Metamorfosis atau Daur Hidup Capung Beserta Gambar dan Penjelasannya

Metamorfosis atau Daur Hidup Capung Capung merupakan serangga purba, hal ini karena capung telah ada sejak 300 juta tahun silam.

Sama halnya dengan serangga pada umumnya, tubuh capung /Libellula depressa terdiri menjadi tiga bagian yaitu kepala dengan mata besar, dada (thorax) dengan 4 sayap panjang yang tak dapat dilipat yang dilengkapi 3 pasang kaki, serta perut(abdomen) dengan 10 segmen.

Membahas tentang capung, tentunya tidak lengkap bila kita tidak membicarakan tentang daur hidup capung. Daur hidup capung sendiri bermula dari telur kemudian menjadi larva, kemudian tumbuh menjadi nimfa dan tahap terakhir adalah menjadi dewasa.

Proses pertumbuhan dari telur hingga menjadi dewasa umumnya bisa berlangsung hingga bertahun-tahun lamanya. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini daur hidup capung mulai dari telur hingga menjadi dewasa dan siap untuk bereproduksi :

Tahap Pertama – Telur Capung

proses metamorfosis capung
Adearisandi.wordpress.com

Telur-telur capung diselimuti oleh lendir yang licin apabila dipegang. Telur capung akan menetas menjadi larva selepas dua hari sampai satu minggu. Di negara yang beriklim sangat dingin, telur capung memerlukan waktu lebih lama lagi untuk menetas.

Tahap Kedua – Larva Capung

proses metamorfosis capung
Adearisandi.wordpress.com

Selepas menetas, larva capung hidup serta berkembang di dasar-dasar perairan. Tempayak/larva capung bernafas dalam air menggunakan insang internal.

Walaupun merupakan makhluk air, di dalam fase ini larva capung masih bisa hidup jika dipindahkan ke darat berjam-jam lamanya.

Selama dalam fase ini, larva capung akan berganti kulit setiap waktu sampai mengalami metamorfosis menjadi nimfa.

Tahap Ketiga – Nimfa Capung

proses metamorfosis capung
Adearisandi.wordpress.com

Daur hidup capung sebagian besar dihabiskan dalam bentuk nimfa (dapat sampai 4 tahun lamanya). Nimfa capung ini dengan kemampuan berenangnya yang cepat dan gesit, menjadikannya hewan predator air yang ganas.

Nimfa capung yang memiliki ukuran yang cukup besar bila dibandingkan nimfa serangga lainnya. Bahkan nimfa capung pun bisa memburu atau memangsa berudu serta anak ikan.

Bila mangsa susah ditemukan, nimfa capung tak segan memakan sesamanya. Sama seperti ketika menjadi larva, nimfa capung masih saja sering berganti kulit (sampai 12 kali).

Tahap Keempat – Capung Dewasa

proses metamorfosis capung
pinterest.com

Tahap terakhir dari daur hidup capung adalah tumbuh menjadi dewasa. Selepas tumbuh sempurna, pada cuaca tepat, nimfa akan keluar dari dalam air untuk mencari bebatuan atau tumbuhan guna menuntaskan metamorfosisnya dan menjadi capung dewasa.

Nimfa akan mengelupaskan kulit lamanya lalu berubah menjadi capung muda. Kulit nimfa yang ditinggalkannya ini disebut exuvia. Metamorfosis capung ini termasuk metamorfosis tak sempurna sebab tidak melewati fase pupa atau kepompong.

Selepas dewasa, capung pada umumnya dapat hidup selama 2 bulan. Bila beruntung, capung dewasa mampu hidup maksimal sampai 4 bulan.

Capung dewasa, walaupun tidak seganas ketika menjadi nimfa, namun masih merupakan predator bagi serangga-serangga yang lebih kecil, nyamuk misalnya.

Namun dalam fase ini, capung dewasa malah lebih sering menjadi mangsa daripada pemangsa. Musuh utama capung di alam liar berupa bunglon, kadal air, bunglon, dan belalang sembah /mantis.

Leave a Comment