Menangis Karena Kejutan Ulang Tahun (Bagian 1)

Posted on

Menangis Karena Kejutan Ulang Tahun Assalamualaikum, halo kawan. Gimana kabar kalian hari ini? Semoga semangat dan sehat selalu.

Hey kawan, apa ada diantara kalian yang sekarang merasa tangguh, gagah berani, strong dan tak terkalahkan? woww banyak kan ya, apalagi pria pasti langsung bilang “ya iyalah pastinya itu saya, kokoh, kuat, tak tertandingi” (kok kayak jargonnya apa gitu).

Pria memang harus menjadi manusia yang kuat, tegas dan menantang karena mereka ditakdirkan menjadi seorang pemimpin.

Berbeda dengan wanita, mereka adalah manusia yang lemah lembut, halus tutur katanya, lembut hatinya bak air tenang menyejukkan penuh kasih dan sayang (eaaaaaaaa).

Tau ndak? Sebenarnya sebagian besar pria yang sekarang terlihat kuat itu mempunyai masa lalu yang tidak menggambarkan dia sekarang, maksudnya saat ini dia boleh terlihat sangat kuat tapi dulunya dia itu orang yang cengeng dan penakut. Banyak buanget yang seperti itu, termasuk saya hahaha.

Siapa sangka orang seperti saya yang berewokan, kumisan, item, dan terlihat seperti preman dulunya adalah anak yang cengeng dan penakut (malah buka rahasia) hahaha.

Jadi ya gitu, saya mau menceritakan bagaimana cengeng dan penakut nya saya dulu. Jangan diketawain ya, jangan dihina, jangan dikatain juga apalagi sampai di maki-maki (ampuuuuunnnn).

Kalau semua momen cengeng dan penakut saya ceritakan, itu sangat tidak mungkin, tau kenapa? Ya karena saking banyaknya lah, lah gimana dikit-dikit nangis, dikit-dikit takut.

Ndak dibelikan mainan nangis sambil guling-guling di tanah, ndak dibelikan duren nangis, ada badut nangis, di kagetin nangis, ndak dikasih makan 3 hari nangis (ya iyalah, malah sekarat) ya pokoknya ndak mungkin deh kalau diceritain semua.

Makanya saya akan memilih dan menceritakan beberapa momen cengeng terbaik dalam hidup saya. Saya bilang terbaik karena ndak bakal terlupakan sampai saya punya istri, punya anak, punya cicit, sampai kapanpun deh.

Menangis Karena Kejutan Ulang Tahun (Bagian 1)
youtube.com

Kenapa judulnya saya tulis bagian 1? Karena akan ada bagian 2 nya (maksa). Sebelumnya saya jelaskan sebuah fakta bahwa dulu saya selalu menjadi siswa paling kecil, paling kurus dan paling pendek dimanapun saya bersekolah sejak SD, SMP sampai kelas 1 SMA.

Namun alhamdulillah semenjak kelas 2 SMA saya mulai tambah tinggi dan tambah besar, wow tambah besar apanya? Besar paha dan lengannya karena sering olahraga.

Sebenarnya sih ndak terlalu tinggi juga kalau dibandingkan dengan temen-temen yang lain tapi ya mendingan lah yang penting ndak jadi terpendek lagi di kelas (menghibur diri).

Oke saya lanjutkan, jadi cerita ini terjadi saat saya kelas 2 SMP, saat itu saya berumur sekitar 11 tahun. Sudah termasuk gedhe lah ya, tapi seperti yang dijelaskan tadi kalau saya dulu anaknya cengeng dan penakut ditambah dengan badan saya yang kecil dan pendek jadi tambah “klop” lah.

Saat itu saya ikut ekstra pramuka (kelas 2 wajib pramuka), tau kan kepanjangan pramuka? Yap praja muda karana (3 X tepuk pramuka).

Biasanya saya pergi ke sekolah selalu menggunakan angkutan umum tapi hari itu saya memilih berangkat menggunakan sepeda pancal alasannya adalah sepeda yang saya gunakan masih baru (baru dikasih pinjem mas ponakan).

Saya menempuh perjalanan sekitar hampir 1 jam, sesampainya di sekolah saya langsung berkumpul dengan teman-teman “seperguruan”.

Awalnya biasa saja seperti pertemuan-pertemuan sebelumnya, ekstra diawali dengan apel lalu beberapa materi tentang kepramukaan (ya iyalah, masak ya balet).

Nah ketika LBB (Latihan Baris Berbaris) saya mulai merasa ada sesuatu yang janggal karena tiba-tiba saja saya disuruh kedepan untuk jadi pemimpin.

Lah bisanya mah boro-boro jadi pemimpin, posisi pas LBB aja selalu dibelakang (faktor tinggi badan menentukan posisi, yang paling tinggi didepan dan yang paling pendek dibelakang).

Karena di suruh saya pun maju dan menjadi pemimpin, saya ndak kaget karena saya memang terlahir untuk menjadi seorang pemimpin (preet).

Sebenarnya untuk dasar-dasar kepramukaan saya “insyaallah” menguasai karena memang dari kecil sudah mengenal dan mengikuti pramuka tapi entah kenapa setiap apa yang saya lakukan itu disalahkan sama kakak pembinanya.

Padahal saya sudah benar loh instruksinya (siap grak, setengah lencang kanan grak, hadap kiri grak, hadap kanan grak, istirahat ditempat grak, hormat grak, maju jalan) tapi tetap aja disalah-salahin, katanya kurang tegas lah, kurang keras, ndak fasih lah (ah mbuh).

“Woyy, jadi pemimpin itu yang tegas jangan lembek kayak kerupuk melempem” teriak salah satu pembina.

“Pemimpin itu harus punya wibawa, suaranya yang lantang” teriak pembina yang lain.

“Kok cuman saya yang dimarah-marahin dan pemimpin yang lainnya ndak” gerutu saya dalam hati.

Mereka benar-benar mengintimidasi saya saat itu, teriakan demi teriakan mereka lontarkan yang akhirnya membuat saya mulai ketakutan dan “keder”.

Saya ndak tau apa yang terjadi sampai akhirnya setelah selesai LBB saya di suruh maju dan berdiri dihadapan teman-teman, semua pandangan tertuju hanya kepada saya seolah-olah harimau yang sedang mengincar si rusa. Jujur saya benar-benar takut dan malu saat itu.

“Kamu tau apa kesalahan kamu?” Tanya seorang kakak Pembina.

“Maaf kak, saya tidak tau” jawabku ketakutan.

“Kamu benar-benar tidak tau apa kesalahanmu?” dia mengulangi pertanyaannya.

“Maaf kak, saya ndak tau” jawabku. Saat itu saya sudah terlihat mau nangis karena ketakutan.

“Kesalahanmu adalah ulang tahun di hari ini, yeeeyyyyy” teriak beberapa Pembina (saya hanya bisa bengong, saya benar-benar tidak sadar kalau hari itu ulang tahun).

Menangis Karena Kejutan Ulang Tahun (Bagian 1)
masirul.com

Diiringi sebuah guyuran seember air bercampur macam-macam bunga yang diambil dari taman milik sekolah dan pengalungan untaian permen seharga seratusan rupiah di leher saya. Saya melihat mereka semua tertawa bahagia sambil menyanyikan lagu happy birthday.

Saat itulah, bukannya bahagia dan ikut tertawa bersama mereka tapi saya malah nangis karena saking takut dan malunya dikerjain seperti itu.

Melihat saya nangis mereka malah makin tertawa terbahak bahak, akhirnya saya lari ke kamar mandi dan mengunci diri disana sekitar setengah jam.

Sampai ada salah satu kakak pembina yang menghampiri saya di kamar mandi sambil meminta maaf karena sudah mengerjai.  

Dia menyuruh saya untuk keluar tapi saya tidak mau karena saking malunya dan masih nangis juga kemudian kakak pembina tadi pun pergi. Setelah sudah bosen dengan bau pesing dikamar mandi, lalu saya memutuskan untuk keluar.

Namun ekstra nya sudah selesai dan semua pembina serta teman-temanku juga sudah pulang, saya sendirian basah kuyup tanpa ada yang menemani. Yaudah akhirnya saya pulang dan menunggu hari esok untuk dihina-hina.

Dari kejadian itu saya mengambil sebuah hikmah yaitu setiap ada perubahan sikap yang mendadak dari teman-teman kita maka kita harus mulai waspada, jangan-jangan kita sedang ulang tahun.

Begitulah salah satu kisah dimana saya nangis didepan umum bagian 1, nah ini bagian 2 nya. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *