manfaat, waktu dan aturan meminum jamu tradisional bagi ibu menyusui
aduba.co

Manfaat, Waktu dan Aturan Meminum Jamu Tradisional Bagi Ibu Menyusui

Posted on

Ibu Menyusui Minum Jamu Bagi Para ibu yang baru melahirkan, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya mengurus bayi dan memberikannya ASI (Air Susu Ibu). Selain tugas tersebut, ibu juga akan disibukkan dengan hal-hal lain seperti menggunakan stagen dan pilis.

Setelah proses kehamilan dan melahirkan biasanya otot-otot para ibu akan kendor. Untuk mengatasi otot-otot kendor tersebut ada banyak hal yang bisa dilakukan, salah satunya adalah dengan meminum jamu tradisional untuk mengencangkannya.

Di dalam adat budaya Jawa, jamu tradisional merupakan salah satu minuman yang sangat populer dan dipercaya dapat mengatasi masalah kesehatan tubuh. Banyak sekali manfaat jamu, dan salah satunya adalah dapat meningkatkan produksi ASI ibu.

Namun, banyak juga informasi yang datang, baik dari dokter maupun media bahwa jamu tradisional tidak dianjurkan dikonsumsi oleh ibu yang menyusui. Sebenarnya bagaimanakah pengaruh dari jamu tradisional kepada ibu yang menyusui dan bayinya? Positif ataukah negatif?

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari ibudanbalita.com, bahwa mengkonsumsi jamu tradisional terbukti dapat memberikan dampak yang positif dalam proses menyusui. Ada beberapa jamu tradisional yang memang baik untuk dikonsumsi saat ibu sedang dalam masa menyusui, diantaranya adalah air rebusan daun katuk dan ekstrak air perasan kencur.

Air rebusan daun katuk dipercaya mampu memperbanyak jumlah produksi ASI, sehingga proses menyusui si bayi bisa berjalan dengan lancar. Sedangkan ekstrak perasan kencur, selain dapat meningkatkan produksi ASI, juga dapat meningkatkan daya tubuh dan meningkatkan nafsu makan.

Dalam mengkonsumsi jamu tradisional juga ada ketentuannya, dari waktu dan kapan waktu yang tepat untuk meminumnya. Berikut penjelasan lengkap tentang ketentuan meminum jamu tradisional bagi ibu menyusui.

Waktu yang Tepat Bagi Ibu Menyusui Untuk Mengkonsumsi Jamu Tradisional

Jenis jamu tradisional untuk ibu menyusui ada beberapa macam, tergantung ibu menyukai jenis jamu yang mana. Waktu yang tepat bagi ibu menyusui diperbolehkan untuk meminum jamu tradisional tergantung metode persalinannya, apakah melahirkan secara normal atau secara caesar.

Jika ibu melahirkan secara normal, maka boleh diperbolehkan untuk langsung meminum jamu tradisional. Sedangkan jika melahirkan secara caesar, biasanya baru diperbolehkan untuk meminum jamu tradisional setelah 10 hari setelah proses melahirkan.

Hal ini karena biasanya dokter memberikan obat antibiotik setelah ibu menjalani proses melahirkan secara caesar. Jika sebelum 10 hari sudah mengkonsumsi jamu tradisional, di khawatirkan akan nada interaksi antara obat antibiotik dengan jamu tradisional yang diminum.

Aturan Minum Jamu Tradisional Bagi Menyusui

Jamu tradisional tidak boleh diminum oleh ibu yang mempunyai penyakit hepatitis B, pernah mengalami komplikasi persalinan, atau pernah menderita penyakit kuning.

Waktu meminum jamu tradisional tidak boleh bersamaan dengan minum obat yang diberikan oleh dokter. Anda bisa memberi jeda sekitar 2 sampai 3 jam setelah mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter.

Jamu tradisional dapat memberikan dampak pada ASI ibu, meskipun hanya meminum dalam kadar yang sedikit. Jika jamu tradisional yang diminum tidak sesuai/cocok, maka dapat menyebabkan bayi mengalami diare.

Jika terjadi hal yang demikian, seorang ibu dapat melakukan perawatan setelah melahirkan dengan menggunakan jamu tradisional khusus untuk pemakaian luar, seperti tapel, luluran, memakai stagen atau piling yang dapat membantu mengecilkan perut.

Jika ada pertanyaan, bagaimana jika si ibu tidak suka meminum jamu tradisional? Terus bagaimana cara meningkatkan ASI ibu?

Cara untuk meningkatkan ASI ibu itu ada banyak sekali, salah satunya adalah dengan jamu tradisional. Nah, jika si ibu tidak suka meminum jamu tradisional, maka bisa diganti dengan suplemen. Salah satu suplemen yang sangat bagus untuk meningkatkan ASI ibu adalah ASI Booster Tea.

Demikian penjelasan mengenai waktu dan aturan meminum jamu tradisional bagi ibu yang menyusui. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *