Ini 7 Hal Penting Tentang Biodata Ta’aruf yang Wajib Kamu Tahu

Posted on

Hal Penting Tentang Biodata Ta’aruf Istilah ta’aruf tentu sudah tidak asing lagi di telinga sebagian besar masyarakat saat ini. Sudah banyak sekali pasangan yang menikah dengan jalan ta’ruf, bahkan beberapa artis juga ada yang menikah dengan proses ta’aruf.

Bagi yang belum tahu, ta’aruf adalah salah satu prosesi yang sangat dianjurkan dalam islam. Ta’aruf dilakukan sebagai slaah satu tahap sebelum menikah, hal ini karena tidak dianjurkan berpacaran dalam islam.

Salah satu metode bagi seseorang yang akan melakukan proses ta’aruf adalah membuat proposal atau biodata diri atau CV.

Benar, layaknya orang yang akan melamar suatu pekerjaan, Anda juga harus bisa menyakinkan orang tersebut supaya mau ber-ta’aruf dengan Anda.

Dalam biodata diri juga terdapat beberapa hal penting yang harus diperhatikan, apa saja itu? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Manfaat Dari Biodata Ta’aruf Itu Apa Sih?

Apa sih biodata ta’aruf itu? Nah, Anda perlu tahu terlebih dulu tentang biodata ta’aruf supaya bisa membuatnya dengan baik dan benar.

Biodata ta’aruf atau proposal ta’aruf merupakan media atau informasi awal dari Anda untuk “dia”. Apakah “dia” mau melakukan ta’aruf dengan Anda ataupun tidak itu tergantung dengan biodata yang Anda buat.

Dalam pembuatan biodata ini harus ditulis dengan sejujur-jujurnya tidak boleh ada “kepalsuan” didalamnya. Aagar si “dia” itu bisa tahu Anda itu seperti apa.

Ketika menulis biodata ta’aruf ini, tulislah dengan sedemikian rupa, hingga dia bisa membayangkan diri Anda seolah kalian sedang berkenalan secara langsung. Ya karena bila si “dia” sejak awal sudah merasa tidak cocok dengan Anda, maka gagal sudah proses ta’arufnya.

*santai saja, kalau gagal ta’aruf dengan si “dia”, Anda bisa melakukan ta’aruf dengan dia-dia yang lain 😛

2. Format Biodata Ta’aruf

Sama seperti biodata atau proposal lamaran pekerjaan, biodata ta’aruf juga punya formatnya loh. Saat ini sudah banyak sekali referensi yang beredar di internet. Ada banyak format biodata ta’aruf yang disediakan oleh situs-situs islam.

3. Perantara Proses Tukar Menukar Biodata Ta’aruf

Proses tukar menukar biodata calon pasangan ta’aruf harus mempunyai seorang mediator atau perantara agar lebih terjaga kerahasiaannya.

Yang bisa menjadi perantara ada banyak, bisa orang tua, bisa saudara, bisa sahabat, bisa ustadz atau ustadzah dan lain sebagainya.

4. Belum Perlu Menyampaikan Semua Hal Pribadi dalam Biodata Ta’aruf

Dalam menulis biodata ta’aruf memang sangat dituntut kejujurannya, namun Anda juga belum perlu untuk menyampaikan semua yang bersifat pribadi di dalamnya, masih ada batasannya.

Bahkan Anda juga boleh tidak memakai nama asli, boleh memakai nama panggilan saja. Alamat dan kontak pribadi juga jangan ditulis terlebih dahulu, hal ini karena merupakan sebuah kerahasiaan serta menghindari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu, juga untuk menghindarkan dari komunikasi pribadi karena hal tersebut sangat melenceng dan bukanlah sebuah proses ta’aruf. Intinya, data pribadi itu hanya wajib diketahui oleh mediator atau perantara.

5. Siapa yang Boleh Mengetahui Isi Biodata Ta’aruf Terlebih Dahulu? Pihak Pria Atau Wanita?

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya diputuskan jika yang diberitahu terlebih dahulu mengenai biodata ta’aruf calon pasangan adalah pihak pria, tapi tanpa sepengetahuan pihak wanita.

Setelah pihak pria sudah setuju, baru giliran pihak wanita yang diberitahu mengenai biodata ta’aruf si pria yang akan melakukan proses ta’aruf.

Mengapa yang dberitahu pihak pria dulu? Hal ini semata-mata karena pria dianggap lebih tegar apabila nantinya mengalami penolakan, berbeda dengan pihak wanita yang terkadang sedih mendalam.

6. Banyak Terdapat Request Biodata Ta’aruf

Tahukah Anda bahwa berapa ustadz atau ustadzah yang sudah sering menjadi perantara proses ta’aruf, biasanya akan mendapt banyak kiriman biodata atau proposal untuk melakukan proses ta’aruf.

Jadi, bersabarlah dengan jodohmu, jangan risau. Karena banyak jalan menemukan jodoh, salah satunya dengan bantuan mediator (ustadz atau ustadzah Anda).

Jika Anda sudah mempunyai target “seseorang” yang akan diajak untuk ta’aruf, maka lebih baiknya juga memberitahukan hal tersebut kepada mediator, supaya proses bisa berlangsung dengan lebih cepat.

7. Jika dari Biodata Ta’aruf Cocok, Maka Lanjutkan!!

Jika pada tahap tukar menukar biodata ta’aruf, Anda dan pasangan ta’aruf sudah cocok, maka jangan di tunda lagi. Anda berdua bisa melanjutkan untuk memasuki tahap ta’aruf yang sebenarnya.

Ikuti semua proses ta’aruf dengan serius, sebab proses ta’aruf bukan proses yang main-main, melainkan sebuah proses pra nikah yang akan mengantarkan Anda pada tahapan kehidupan selanjutnya.

Demikian beberapa hal penting mengenai biodata ta’aruf. Bagaimana? Sudah siapkah Anda untuk ber-ta’aruf? Semangat!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *