futsal berkesan bareng mas vatih
pinterest.com

Futsal Berkesan Bareng Mas Ibrahim Vatih

Posted on

Futsal Berkesan Bareng Mas Ibrahim Vatih Assalamualaikum, halo kawan. Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga semangat dan sehat selalu.

Sebenarnya dalam beberapa minggu kedepan saya berencana hanya ingin menulis kisah tentang masa-masa SD, SMP dan SMA, ya mumpung masih ada yang diingat dan masih semangat untuk menulis (semoga selalu semangat menulis sih) biar pengalaman itu ndak sampai terlupakan dan bisa saya nikmati ketika sudah tua (mulai pikun) atau bisa untuk saya ceritakan kepada anak cucu saya nanti.

Sedangkan untuk pengalaman yang sangat banyak dan luar biasa ketika saya mulai kuliah hingga lulus, pengalaman ketika pertama kali bekerja, pengalaman jalan-jalan, pengalaman pertama kali belajar bahasa inggris di pare dan pengalaman luar biasa yang lain ingin saya tulis setelahnya.

Namun hari ini (16-02-2016) saya malah pengen banget menulis mengenai pengalaman saya tadi malam yaitu bermain futsal.

Sebenarnya yang paling berkesan bukan masalah main futsalnya (karena saya sudah sering main futsal) tapi ada hal lain yang membuat saya terkesan yaitu main futsal bareng salah satu orang yang saya hormati, dia adalah mas Ibrahim Vatih.

Ketika kita melakukan sesuatu kegiatan (apa saja yang positif) terkadang rasanya biasa saja namun ketika dilakukan bersama orang yang kita hormati bisa jadi sangat luar biasa (seperti kasus saya ini).

Jadi ceritanya berawal ketika saya selesai berbuka bersama dengan “keluarga besar baru saya”. Waktu itu saya sedang berjalan menuju masjid lalu teman saya yang bernama andika memanggil dan memberi tau kalau nanti setelah sholat disuruh segera balik ke pondok.

“Nanti setelah sholat segera balik ya bro”, kata andika.

“Kenapa bro?”, tanyaku.

“Dipanggil mas Vatih”, jawabnya.

“Ada apa ya? Apa aku melakukan kesalahan?”, tanyaku lagi agak kaget.

Ndak kok, cuman mau di ajak main futsal, nanti juga ngajak Rosyid, Aufa dan Agus”, jawabnya sambil berbisik.

“Oalah oke-oke siap, mau main futsal dimana?”

“Di Madiun, makanya nanti pakai mobil”.

“Widih, jauh amat. Oke-oke deh”.

Setelah pulang dari masjid, kami yang diajak futsal mas Vatih segera bersiap-siap karena akan berangkat sebelum sholat isya’.

Memang tidak semua orang diajak hanya beberapa saja karena kalau diajak semua pasti banyak banget ada sekitar 36 orang (mau berangkat pake truk?).

Sebelum berangkat Rosyid, Aufa dan Agus bingung karena celana training mereka kotor, tapi akhirnya mereka pinjem ke teman-teman yang tidak ikut main.

Kami berangkat menggunakan mobil yang diisi 9 orang dengan formasi 4 dibelakang, 3 ditengah dan 2 didepan (sudah kayak formasi sepak bola saja dengan 1 pemain di kartu merah).

Jujur ini pertama kali saya melakukan perjalanan sampai keluar kabupaten hanya untuk bermain futsal.

Dalam perjalanan, ketika adzan isya berkumandang kami langsung berhenti di sebuah masjid. Kami melakukan sholat berjamaah kemudian melanjutkan perjalanan sekitar 30 menit menuju ke tempat futsal.

Sesampainya disana kami tidak langsung main karena masih ada tim lain yang bermain dilapangan, setelah mereka selesai kami langsung masuk ke lapangan dan melakukan pemanasan.

futsal berkesan bareng mas vatih
www.ottawadistrictfutsal.ca

Saya melakukan gerakan pemanasan yang sering saya lakukan ketika masih aktif main futsal di kampus dulu (halah kayak pemain bagus aja). Sepertinya sudah lama banget ndak main di lapangan futsal makanya jadi agak bersemangat.

Lawan tanding kami adalah tim dari FC JNE, katanya sih teman dari mas Sa’id (adiknya mas Vatih). Hampir 30 menit kami menunggu tapi lawan tandingnya masih belum datang.

Ketika mereka datang, mereka segera melakukan pemanasan. Setelah semua sudah siap maka pertandingan pun dimulai.

Anggota tim kami yang pertama main adalah mas Vatih, mas Sa’id, mas Rio, Zuky dan Aufa sebagai kiper.

Awal pertandingan berjalan biasa saja namun tim lawan bermain sangat baik dengan umpan-umpan yang sangat akurat, cepat dan teratur, saya yakin itu adalah para pemain terbaik mereka.

Karena tim lawan terus-terusan menyerang akhirnya mereka mencetak gol pertama dan kedua dengan sangat baik.

Sebenarnya tim kami juga bermain tidak kalah baik dengan mencetak 1 gol balasan namun memang masih belum kompak saja (ndak pernah main bareng sebelumnya).

Lalu saya masuk menggantikan zuky, permainan kami mulai lagi dengan lebih baik. Saya mengarahkan teman-teman agar bermain lebih tenang dan ketika lawan menggiring bola jangan langsung sekali ambil dibayangi saja karena mereka memiliki beberapa pemain yang teknik individunya sangat baik.

Alhamdulillah strategi kami berhasil mereka kewalahan karena tidak bisa melakukan umpan-umpan dengan nyaman lagi, saya mencetak gol penyama kedudukan 2 kali berturut-turut (saat skor menjadi 2-2 dan 3-3).

Setelah beberapa pemain tim lawan yang bermain bagus di awal pertandingan diganti, kami akhirnya semakin merajalela dengan mencetak gol demi gol sampai kedudukan menjadi 9-3. Mas Vatih bermain mengenakan seragam bertuliskan Scholl bernomor punggung 7.

Dia tipe pemain yang ulet, keras dan tidak takut menghadapi siapapun lawannya dan dalam pertandingan itu dia menjadi topskor tim kami dengan mencetak 6 gol. 

Mas Sa’id dengan badannya yang kekar merupakan pemain yang sangat kuat dalam menjaga bola, dia juga tipe pemain yang keras.

Andika bermain baik dengan tipe permainan ulet dan pantang menyerahnya, dia juga mencetak banyak gol. 

futsal berkesan bareng mas vatih
www.carlossoccer.com

Aufa sebagai kiper juga keren, dia melakukan banyak sekali penyelamatan dengan memblok peluang-peluang tim lawan.

Mas rio mempunyai stamina dan teknik individu yang baik, dia bisa bermain menyerang dan bertahan sama baiknya.

Agus mempunyai tipe permainan yang keras tapi tenang sebagai pemain belakang, sedangkan Rosyid dan Zuky mempunyai tipe permainan yang kuat dalam membawa bola, namun jarang turun membantu pertahanan (ndak kuat naik turun katanya hahaha).

Saya bermain biasa saja dengan hanya mencetak 3 gol, stamina saya sudah ndak sekuat dulu, Jujur saya capek banget karena sudah lama juga ndak bermain futsal sampai 2 jam (maklum faktor usia hahaha).

Namun dalam pertandingan itu saya merasa senang karena bisa bermain setim dengan mas Vatih, dia salah seorang yang saya hormati.

Pokoknya pertandingan itu benar-benar menyenangkan dan keren banget deh. Kami menikmati pertandingan dengan terus bermain bagus dan mencetak gol meskipun sudah sangat capek.

Ketika di akhir-akhir pertandingan saya mengalami sebuah insiden saat kaki saya keseleo terkena bola tendangan salah satu pemain lawan, hal itu menyulut emosi saya sehingga bermain sangat kasar dengan menendang salah satu pemain mereka.

Sebenarnya saya masih emosi tapi saya segera tersadar, saya ndak boleh gampang marah lagi, saya harus bisa mengendalikan emosi jangan seperti saat-saat masih labil dulu. Saya menyadari kesalahan itu dan segera meminta maaf kepada orang yang saya kasari tadi.

Setelah itu terdengar suara peluit yang menandakan waktu kami bermain sudah habis. Kami menang namun ndak tau berapa skornya (ndak sempat ngitung soalnya sudah menang dan capek hahaha), kemudian kami bersalaman dengan para pemain FC JNE. Saya rasa mereka tim dengan pemain-pemain muda yang bagus hanya kurang pengalaman saja.

Setelah itu, kami beristirahat beberapa saat sambil ngobrol membahas permainan kami dilapangan dan pengalaman-pengalaman kami bermain sepak bola dan futsal.

Kemudian kamipun pulang dan dalam perjalanan beberapa dari kami tertidur karena sudah benar-benar capek.

Saya merasa lelah tapi yang terpenting saya bahagia. Terimakasih.

3 thoughts on “Futsal Berkesan Bareng Mas Ibrahim Vatih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *