Manfaat, Cara Budidaya dan Estimasi Perhitungan Dalam Bisnis Ulat Jerman

Posted on

Manfaat, Budidaya dan Perhitungan Ulat Jerman Ulat Jerman dikenal juga dengan Superworm atau Zophobas Mario. Ulat Jerman mempunyai kelangsungan hidup yang terdiri dari 4 tahap dinataranya: Telur – Larva (ulat) – Kepopompong – Kumbang.

Saat ini banyak orang atau pun para peternak yang memanfaatkan ulat Jerman ini untuk dikembangbiakkan dan dibudidayakan yang akhirnya bisa menghasilkan pendapatan setiap bulannya.

Manfaat Ulat Jerman

Ternyata ulat Jerman mempunyai banyak manfaat bagi manusia saat ini. Hal ini tergantung bagaimana kedepannya nanti terhadap bisnis ini, apakah ulat jerman ini bersifat stabil ataukah bersifat musiman.

Di Indonesia sendiri saat ini ulat Jerman dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti untuk pakan burung kicau, untuk pakan reptile, pakan ikan, dan pakan hewan yang memakan serangga lainnya seperti ulat jerman ini.

Namun sebaliknya yang terjadi di luar negeri. Di luar negeri ulat jerman dimanfaat sebagai salah satu bahan kosmetik atau kecantikan. Selain itu juga ternyata di luar negeri ulat jerman sudah menjadi bahan utama untuk di konsumsi.

Cara Ternak/Budidaya Ulat Jerman

Untuk beternak ulat jerman ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Berternak atau membudidayakan ulat jerman ini mudah untuk dijalankan dan dilakukan.

Selain itu tidak membutuhkan skill yang bagus atau pun khusus untuk ternak ulat jerman dan juga tidak menghabiskan waktu yang lama.

Hanya menghabiskan waktu rata-rata sekitar 2-3 jam dalam satu hari untuk mengurus ulat-ulat jerman ini.

Berikut ini beberapa cara ternak ulat jerman:

1. Dalam 1 buah kotak kumbang, terdapat sekitar 500 kumbang yang setiap setengah bulan atau setiap 15 hari kumbang-kumbang ini akan bertelur.
2. Kotak yang terdapat kumbang tersebut diletakkan di atas kotak kosong yang tidak terdapat kumbang sama sekali.
3. Tunggu hingga setengah bulan atau 15 hari lamanya kemudian kotak tersebut akan dipenuhi dengan telur ulat jerman. Setelah itu pindahkan kotak kumbang tersebut pindahkan atau letakkan ke kotak yang kosong lainnya. Dan lakukan hal it uterus menerus.
4. Kemudian kotak yang sudah terisi dengan telur ulat jerman akan diberi makanan dan minuman supaya ulat jerman tetap tumbuh dengan baik.
5. Setelah 3 bulan lamanya, telur kumbang tersebut berubah menjadi ulat jerman yang sudah dewasa serta siap untuk dipanen dan dijual.

Estimasi Perhitungan Dalam Bisnis Ulat Jerman

Berikut ini gambaran bagaimana perhitungan atau estimasi keuntungan dalam membudidayakan ulat jerman yang perlu Anda ketahui:

1. Belilah 500 ekor kumbang untuk diisikan ke dalam satu kotak khusus beternak kumbang.
2. Untuk satu kotak kumbang, rata-rata bisa menghasilkan setidaknya atau sedikitnya 10 kilogram ulat jerman ketika saatnya panen.
3. Sudah Anda ketahui bahwa panen dilakukan setiap 15 hari sekali atau 1 bulan 2 kali panen.
4. Untuk satu kilonya dihargai 25.000 dan harga tersebut tidak pernah turun sejak tahun 2008 dan sebaliknya malah terus naik harga perkilo ulat jerman ini.

Jadi bisa diambil kesimpulan untuk menghitung pendapatan per bulan sebagaimana yang sudah dijelaskan berikut ini:

Jumlah Kotak x Hasil Panen (Kg) x 2 kali panen perbulan x Harga per Kilogram = Penghasilan Tiap Bulan.

Jika Anda memiliki 10 Kotak Kumbang maka :
10 x 10 x 2 x 25.000 = 5.000.000 / Bulan
Jika Anda memiliki 20 Kotak Kumbang maka :
10 x 10 x 2 x 25.000 = 10.000.000 / Bulan
Jika Anda memiliki 30 Kotak Kumbang maka :
10 x 10 x 2 x 25.000 = 15.000.000 / Bulan
Jika Anda memiliki 40 Kotak Kumbang maka :
10 x 10 x 2 x 25.000 = 20.000.000 / Bulan
Jika Anda memiliki 50 Kotak Kumbang maka :
10 x 10 x 2 x 25.000 = 25.000.000 / Bulan

Nah seperti itulah estimasi atau perhitungan pendapatan setiap bulan jika Anda melakukannya dengan serius dan terus menerus serta kesabaran dalam beternak atau membudidayakan ulat jerman ini dengan baik dan benar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *